t
Beranda News Nasional Perkokoh Persatuan Di Tahun Politik, PGK Ajak Generasi Milenial Perkuat Literasi Digital

Perkokoh Persatuan Di Tahun Politik, PGK Ajak Generasi Milenial Perkuat Literasi Digital

WIB
276 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Bursah Zarnubi/Ketua Umum PGK
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota- Pemilih pemula atau generasi milenial memiliki peran yang sangat penting dalam menyambut tahun politik pada 2019 mendatang.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Bursah Zarnubi saat menjadi keynote speaker dalam diskusi Kebangsaan Milenial yang mengangkat tema “Peran Strategis Pemuda-Mahasiswa Dalam menyikapi Tahun Politik 2019” di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (02/12/2018).

Bursah mengatakan Generasi milenial merupakan generasi yang dinilai paling rentan untuk terpengaruh oleh berita bohong atau hoax, fake news dan hate speech. Hal ini terjadi lantaran kehidupan sehari-hari para generasi milenial ini sangat dekat sekali dengan gadget, namun tanpa diimbangi oleh edukasi yang baik dan benar dalam berinteraksi di dunia maya.

“Hampir rata-rata dari kita khususnya para generasi milenial ini senang bermain media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain. Tapi seringkali postingan yang disebar tersebut tanpa disaring terlebih dahulu, sehingga seringkali ikut terjebak dalam penyebaran berita hoax,”ujar Bursah yang juga merupakan aktivis senior kelompok Cipayung Plus.

Dia menambahkan bahwa generasi milenial harus diberikan sosialisasi akan bahaya dari kejahatan di media sosial. Selain itu, kesadaran dalam bermedia sosial ini juga harus menjadi alat perekat untuk menjaga persatuan bangsa ditengah panasnya tensi politik menjelang pemilu 2019.

“Kedepan kita akan terus menerus secara masif dalam melakukan literasi digital bagi kelompok milenial, agar mereka mengerti apa peranan literasi digital dalam membangun wawasan kebangsaan guna memperkokoh persatuan dan menjaga pancasila. Kita akan adakan berbagai kegiatan seperti lokakarya nasional yang mengundang perwakilan anak-anak muda dari seluruh Indonesia,”ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa diskusi seperti ini harus sering melibatkan kelompok milenial. Hal ini ditujukan agar generasi milenial dapat menjadi kelompok yang ikut mempersatukan dan mengkampanyekan pemilu damai serta menolak semua bentuk provokasi di media sosial.

“Forum dialog seperti ini harus juga digencarkan, kemana-mana kaum milenial harus dilibatkan. Dengan diskusi ini kita dapat bertukar pikiran memperkuat literasi juga narasi, supaya keterbelahan ini bisa direkatkan kembali, bahwa demokrasi itu ada perbedaan apalagi menjelang Pilpres. Namun semua itu lazim, terlebih kita harus menghindari hal-hal yang bersifat membelah,” demikian Bursah. (HEN)