Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Komandan Nasional KOKAM Pemuda Muhammadiyah, Mashuri Masyhuda menilai bahwa persoalan pembakaran bendera bertuliskan lafadz Tauhid yang dituding PBNU maupun GP Ansor sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) seharusnya bisa diatasi dengan mudah.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan menurut Mashuri adalah dengan melakukan tabayyun dan pertemuan terbuka antar ormas Islam untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya fikir momentum tabayyun seperti yang dilakukanke Muhammadiyah oleh GP Ansor dan PBNU mungkin baik juga dilakukn ke ormas yang lain, jangan hanya ke Muhammdiyah saja. Atau mungkin ada yang memediasi untuk melakukan tabayyun itu,” kata Mashuri kepada Redaksikota, Kamis (1/11/2018).

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan pesan penting kepada Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas untuk bisa meredam berbagai potensi gesekan yang muncul, salah satunya adalah dengan menahan narasi-narasi provokatif yang biasa dilakukan oleh simpatisannya seperti Permadi Arya alias Abu Janda.

“Semalam ketemu ketua GP Ansor, saya sampaikan ke beliau ‘Gus, ini perlu ditahan kawan-kawan yang memproduksi narasi propokatif seperti Abu Janda, karena Abu Janda juga mengaku dirinya membuat video itu memicu profokasi terhadap masyarakat’,” ujarnya.

Bagi Mashuri, terkait dengan persoalan tersebut seharusnya tidak perlu diperbesar dan diperuncing apalagi sampai berpotensi menimbulkan gesekan dan konflik sosial yang lebih besar khususnya bagi ukhuwah islamiyah.

“Saya pikir pemikiran tersebut harus direm, karena kalau tidak ini akan terus bergesekan,” tegasnya.