Hijrah Saputra
Pelapor Arihta Tarigan, Hijrah Saputra. [foto : Redaksikota]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Hari Lubis bersama dengan timnya termasuk Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin mendapingi seorang pria yang mengaku sebagai murid Habib Rizieq bin Shihab, Hijrah Saputra untuk melaporkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bekasi, Arihta Tarigan ke Bareskrim Mabes Polri.

Dalam laporan nomor TBL/333/IV/2018/Bareskrim tersebut, pelapor atas nama Hijrah Saputra mengatakan harus mempolisikan Arihta Tarigan lantaran sudah lantang menghina Rizieq Shihab melalui media sosial dan dalam kasus penurunan baliho wajah Habib Rizieq di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat.

“Kita laporkan ujaran kebencian yang dilakukan Arihta Tarigan atau Castro dengan pasal 156 tentang hatespeech/ujaran kebencian, juncto 28 ayat 2,” kata Hijrah usai melaporkan Arihta Tarigan ke Bareskrim Mabes Polri di Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Ia mengaku tidak terima dengan sikap Arihta alias Castro yang doanggap menghina imam besarnya itu.

“Dia menyampaikan bahwa Imam Besar Habib Rizieq Shihab adalah tokoh pemecah belah umat dan intoleran. Padahal tidak benar. Padahal Habib Rizieq Shihab adalah pemersatu umat, dia gagal paham gitu lah. Benar, ngomongnya di sosmed,” tambahnya.

Bukti yang disampaikan dalam pelaporannya tersebut adalah print out dari isi postingan sosial media yang diduga dilakukan Arihta Tarigan. Sayangnya, Hijrah belum bisa menunjukkan kepada awak media postingan yang mana yang dipersoalkan mereka.

“Ada bukti print out media online dan beberapa bukti menyusul yang dikembangkan oleh penyidik. Buktinya sudah diserahkan ke penyidik,” terangnya.

Sementara terkait dengan pencopotan banner Rizieq Shihab di Bekasi Timur itu, Hijrah mengatakan tidak melakukan somasi terhadap orang yang dilaporkannya itu. Ia mengatakan sikapnya tersebut didorong karena tidak terima imam besarnya direndahkan dan bannernya dicopot sembarangan.

“Somasi tdk ada, tapi sudah disampaikan via media online. Kita inisiatif sebagai murid Habib Rizieq didampingi KORLABI untuk melaporkan Arihta Tarigan ke Bareskrim Polri. Saya hanya merasa tersinggung ulama besar yang spanduknya dicopot sepihak. Apalagi yang menurunkannya adalah Satpol PP atas perintah kader Golkar ini, yang juga menjabat sebagai Plt Ketua KNPI bekasi,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hari Lubis mengatakan bahwa keberadaan pihaknya hanya sebagai pendamping dan kuasa hukum saja.

“Kami dampingi muridnya Imam Besar Habib Rizieq Shihab untuk melaporkan konten yang diduga oleh kita pelapor Hijrah Saputra, tetang kata-kata dari pada Castro Tarigan selaku anggota KNPI dan Partai Golkar,” kata Hari Lubis dalam kesempatan yang sama.

Ia menegaskan bahwa laporan tersebut dibuat bukan kepada lembaga yang melekat di diri Arihta Tarigan, melainkan persoalan individu saja.

“Yang kita laporkan oknum bukan lembaganya, yang menyampaikan kata-kata pecah belah umat 212 dan jamaah murid Imam Besar Habib Rizieq Shihab,” tegasnya. (ibn)