Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Aksi tandingan terhadap Reuni Akbar Mujahid 212 yang diinisasi Kapitra Ampera diminta dibatalkan oleh aparat kepolisian. Ini dilakukan setelah dilakukan kajian dari tim intelijen.

“Tapi setelah intelijen ada pemberitahuan yang akan melihat seperti apa dan dari intelijen menyarankan kepada panitia untuk ditunda pelaksanaannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Diakui Argo, Aksi Kontemplasi 212 sudah memasukan surat pemberitahuannya. Diminta ditunda dengan alasan karena berbarengan dengan Reuni 212.

“Memang ada surat masuk, ada pemberitahuan. Yang diinisiasi oleh Pak Kapitra yang berkaitan dengan hal yang sama, di tempat yang sama,” ujarnya.

Kapitra Ampera menggagas Aksi Kontemplasi 212 sebagai aksi tandingan atas ketidaksetujuannya dengan reuni 212 yang dinilainya sarat kepentingan politis.

“Kami ingin mengatakan bahwa kami keberatan aksi itu diselenggarakan. Kami sudah mengajukan surat kepada Kepolisian RI melalui Direktorat Intelkam Polda Metro, akan juga mengadakan aksi yang sama, Aksi Kontemplasi 212,” ujar Kapitra di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/11).

Bahkan dalam rencananya, Kapitra sempat menyampaikan akan membuat 7 panggung yang tersebar di beberapa titik kupul aksi, mulai dari kawasan Medan Merdeka Barat, depan Patung Kuda sebagai panggung utama dan di depan gedung DPP PDI Perjuangan.

Kemudian panggung lainnya sempat direncanakan akan dibangun di kawasan Jl Gatot Subroto di kawasan Semanggi, Hotel Kartika Candra dan depan Gedung DPR/MPR RI.

Terakhir, dalam denah yang disampaikan Kapitra kepada Redaksikota, panggung terakhir ada di depan Universitas Al Azhar Jakarta Selatan.