Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua pelaksana kegiatan Kongres Nasional Alumni 212, Ustadz Bernard Abdul Jabbar membantah jika kegiatan yang digelar oleh Presidium Alumni 212 tersebut mendapatkan bantuan dana dari pihak manapun termasuk partai politik tertentu.

“Katanya kegiatan ini ditunggangi padahal kita tidak tahu siapa yang menunggangi. Katanya kegiatan ini didanai oleh partai politik tertentu padahal sampai saat ini tidak ada dana masuk dari partai politik,” kata Ustadz Bernard dalam sambutannya di Pembukaan Kongres Nasional Alumni 212 di Aula Wisama Persaudaraan Haji Indonesia (PHI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017) malam.

Ia juga membantah adanya uang bantuan dari seseorang dengan besaran Rp1 Miliar. Pun jika ada, ia menegaskan justru akan membagi-bagikannya kepada seluruh fakir miskin yang ada.

“Bahkan ada yang bilang ada yang danai kita Rp1 Miliar. Kalau ada, silahkan bawa ke sini duit Rp 1 miliar itu biar kita bagi-bagikan ke fakir miskin,” tegasnya.

Ustadz Bernard pun menekankan bahwa dalam menggelar kegiatan Kongres Nasional Alumni 212 tersebut, ada salah satu panitia yang sampai rela menggadaikan barang berharga mereka untuk menyokong dana pelaksaan kegiatan tersebut.

“Ada salah satu panitia yang rela menggadaikan BPKB Mobilnya untuk membantu pendanaan kita. Walaupun Alhamdulillah kita sudah dapat gedung ini, tapi ketauhilah jika gedung yang kita pakai ini saja masih belum lunas betul,” ujarnya.

Sempat kebingingan penggunaan tempat

Ustadz Bernard juga mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur atas terlaksananya kegiatan yang direncanakan oleh Presidium Alumni 212. Walaupun beberapa kali upaya pindah tempat kegiatan setelah Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, mendadak membatalkan kesepakatan lantaran alasan teknis.

“Kita tahu acara yang sebelumnya akan digelar di Asrama Haji tiba-tiba dibatalkan sepihak oleh pengelola dengan alasan genset mati akibat kena banjir, yang padahal di sana tidak pernah ada banjir dan setelah diperiksa oleh tim panitia ternyata listrik juga normal-normal saja,” kata Ustadz Bernard dalam sambutannya di pembukaan Kongres Nasional Alumni 212 di Aula Wisma Persaudaraan Haji Indonesia (PHI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/2017) malam.

Ia mengaku panitia pun sempat kebingungan lantaran ada 7 lokasi yang diajukan ternyata keseluruhannya tidak mendapatkan izin dari pihak pengelola. Apalagi pelaksanaan kegiatan tinggal minus 2 hari.

“Kita panitia melakukan upaya untuk mencari tempat dan 7 tempat tidak bisa menerima kami dengan berbagai alasan. Tapi Alhamdulillah, kita saat ini dapat tempat di tempat ini (PHI Cempaka Putih),” terangnya.

Namun bagi Ustadz Bernard, PHI yang menjadi lokasi Kongres Nasional Alumni 212 tersebut ternyata penuh berkah. Betapa tidak, lokasi yang saat ini digelar kegiatan tersebut justru sangat dekat dengan Monas dibandingkan dengan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Hal ini lantaran dalam rencana mereka usai gelar kegiatan Kongres Nasional Alumni 212 tersebut, para peserta dan panitia akan langsung berangkat ke Monas pada hari Sabtu (2/12/2017) untuk mengikuti Maulid Agung dan Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional.

“Dan Alhamdulillah pula atas pertolongan Allah, ada baiknya yakni tempat ini justru lebih dekat dengan Monas,” ujarnya. (*)