Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugroho menilai penahanan terhadap aktor-aktor Aksi 313 merupakan sikap yang kurang patut dilakukan oleh aparat kepolisian di era demokrasi seperti saat ini.

Untuk itu, Presiden BEM Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini pun meminta agar orang-orang yang ditangkap dalam kasus dugaan makar oleh Polda Metro Jaya jelang Aksi 313 kemarin agar dapat dibebaskan segera.

“Kami mendesak pemerintah untuk membebaskan orang-orang tertuduh makar, karena menciderai konstitusi,” kata Wildan dalam siaran persnya yang diterima Redaksikota, Sabtu (1/4/2017).

Diketahui, beberapa nama ditangkap aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan makar di Aksi 313. Beberapa nama diantaranya adalah Sekjen Forum Umat Islam (FUI) yang juga koordinator nasional Aksi 313 di Istana, Muhammad Gatot Saptono alias Muhammad Al Khaththath, wakil koordinator Aksi 313 Istana Irwansyah, Panglima Besar Forum Syuhada Indonesia (FSI) Dikho Nugraha, Pimpinan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bela Bangsa dan Rakyat (GMPBBR) Zainuddin Arsyad, dan Andry.

Seluruhnya ditangkap polisi pada hari Kamis (30/3/2017) malam jelang Aksi 313, sementara penangkapan terhadap Gatot Saptono dilakukan di Kamar 123 Hotel Kempinski, Jakarta Pusat. [red]