Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ratusan kader dan simpatisan Partai Bulan Bintang (PBB) menggeruduk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia di Jl Imam Bojol, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam aksinya, mereka menentang keras sikap KPU yang tidak meloloskan mereka sebagai partai peserta pemilu 2019.

“‎Ada beberapa parpol baru yang tidak punya anggota DPR-nya dan tidak ada juga pengurusnya kok diloloskan, ada apa ini dengan KPU?,” kata Sekretaris Jenderal DPP PBB, Afriansyah Noor di atas mobil komando, Kamis (1/3/2018).

Namun terkait dengan persoalan verifikasi faktual yang digadang-gadang menjadi penyebab mereka tak lolos sebagai partai peserta pemilu, Afriansyah mengatakan PBB sedang mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar persoalan tersebut dapat diproses dengan benar.

“Kami PBB masih melakukan sidang judifikasi yang dipimpin Yusril. Dalam sidang kami hadirkan 5 saksi fakta yang alami dan terjun langsung di Manokwari Selatan dan Papua Barat. Dalam keterangan-keterangan yang dibuat KPU sudah disanggah oleh saksi fakta dari PBB,” tegasnya.

Ia juga mengatakan sejauh ini gugatan PBB diterima dengan baik oleh Bawaslu. Dan mereka pun berharap besar gugatan tersebut diterima oleh Bawaslu dan partai yang dipimpin oleh Yusril Ihza Mahendra tersebut dapat menjadi peserta pemilu 2019.

Diketahui dalam Rapat Rekapitulasi Nasional Hasil Verifikasi dan Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2019 pada tanggal 17 Februari 2017 lalu, KPU telah menetapkan sebanyak 14 partai peserta pemilu. Mereka adalah :
1. Partai Amanat Nasional
2. Partai Berkarya
3. PDI Perjuangan
4. Partai Demokrat
5. Partai Gerindra
6. Partai Gerakan Perubahan Indonesia
7. Partai Golkar
8. Partai Hanura
9. Partai Keadilan Sejahtera
10. Partai Kebangkitan Bangsa
11. Partai Nasional Demokrat
12. Partai Persatuan Indonesia
13. Partai Persatuan Pembangunan
14. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

Dua parpol yang tidak lolos ada dua yakni PBB pimpinan Yusril Ihza Mahendra dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pimpinan AM Hendropriyono. (ibn)