Immanuel Ebenezer
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Ketua Jokowi Mania (Jo-Man) Immanuel Ebenezer menilai wajar sikap reaktif kubu Prabowo yang kalang kabut dengan kemunculan Tabloid Indonesia Barokah.

“Wajar ketakutan mereka, karena mereka menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri,” kata pria yang akrab disapa Noel di Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Kata Noel, kubu Prabowo kini makan buah simalakama yang dituding dari awal menggunakan politik identitas atau politisasi Masjid. Tapi dia geleng-geleng kepala disaat Capresnya ditantang Dai Aceh ikut lomba mengaji justru menolaknya.

“Isu politik identitas sudah mereka mainkan dari awal, tapi giliran ditantang Dai Aceh lomba mengaji malah ciut nyalinya,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekjen Jari 98, Ferry Supriyadi. Ia menilai bahwa kehebohan kubu Prabowo-Sandi terhadap beredarnya tabloid Indonesia Barokah adalah pertanda mereka sedang menggali lubang kuburnya sendiri.

“Ketika sekarang mereka merasa terusik dan panik sejatinya mereka sedang menggali kuburan sendiri,” kata Ferry.

Apalagi dikatakan Ferry, konten di dalam Tabloid Indonesia Barokah tidak ada unsur hoaks di dalamnya, semuanya sesuai dengan fakta yang ada.

Ditambah lagi, dalam pernyataan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), konten tabloid Indonesia Barokah tidak memiliki unsur kampanye sehingga cukup aneh ketika mereka merasa terusik.

“Mereka sampai lapor ke sana ke sini dan lapor ke Bawaslu, padahal Bawaslu sendiri katakan Indonesia Barokah tidak ada pelanggaran hukum, tidak kampanye,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ferry menilai bahwa saat ini para pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02 tersebut sedang kehilangan nalar sehingga apapun dilakukan untuk menampilkan mereka terdzolimi, sementara menurutnya sejauh ini pihak mereka yang selalu sebar hoax dan fitnah.

“Ini saya lihat pendukung Prabowo sedang panik dan hilang nalar. Bukan hanya sekarang saja dia panik, tapi sudah bertahun-tahun mereka malah sebarkan black campaign dan hoax,” tuturnya, sembari menjelaskan bahwa konten tabloid Indonesia Barokah sesuai fakta dan data bukan fitnah atau hoax.