Henry Saragih
Henry Saragih. [foto : Istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Serikat Petani Indonesia (SPI) mengucapkan selamat kepada Qu Dongyu yang baru saja terpilih menjadi Direktur Jenderal FAO (Food and Agriculture Organization) pada Konferensi FAO sesi ke-41. Qu Dongyu, yang saat ini sedang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Pedesaan Cina, berhasil memenangkan suara mayoritas dalam pemungutan suara yang berlangsung dalam konferensi tersebut dengan hasil 108 suara yang mendukung dari 191 jumlah suara keseluruhan.

Sebagai Direktur Jenderal yang baru, beliau menggantikan Jose Graziano Da Silva dari Brazil yang telah menduduki posisi tersebut sejak tahun 2011.

“SPI juga berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Jose Graziano da Silva atas kontribusinya dalam mendukung gerakan petani di seluruh dunia. Selama Graziano menjabat, FAO telah membuka pintu bagi SPI dan La Via Campesina (LVC) dalam berkontribusi untuk mengatasi krisis pangan global,” papar Ketua Umum SPI Henry Saragih di Jakarta siang ini (25/6/2019).

Henry menyampaikan, SPI dan LVC telah banyak dilibatkan dalam membuat kebijakan-kebijakan global yang didukung oleh FAO, contohnya seperti kebijakan pengadopsian prinsip-prinsip kedaulatan pangan dan pengarusutamaan agroekologi.

“FAO selama ini juga telah terlibat dalam proses penyusunan teks maupun negosiasi untuk meluluskan Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan (UNDROP/United Nations Declaration on the Rights of Peasant and Other People Working in Rural Areas), yang inisiatifnya berasal dari SPI dan LVC,” lanjutnya.

Henry yang juga jadi kordinator International coordinating Committee La Via Campesina pada priode 2004 sd 2013 itu menambahkan, berharap kepada Direktur Jenderal FAO terpilih untuk meneruskan apa yang sudah dicapai oleh Jose Graziano Da Silva, bahkan diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih besar lagi bagi gerakan-gerakan petani dalam membuat kebijakan pangan global.

“Sehingga permasalahan krisis pangan dapat terus diatasi dengan solusi-solusi yang otentik dari petani, seperti kedaulatan pangan, reforma agraria, agroekologi dan UNDROP,” imbuhnya.

Henry menutup, SPI juga ingin berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia karena telah mendukung keaktifan pemerintah Indonesia dalam proses penggantian ini.

“Melalui dukungan tersebut, SPI berharap Pemerintah Indonesia dapat lebih berkomitmen dalam menuntaskan permasalahan pangan global maupun nasional dengan memberikan ruang yang lebih besar kepada gerakan petani dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan pangan, sama halnya seperti yang sudah dilakukan FAO,” tutupnya.