Beranda News Internasional Eks Agen Intelijen Amerika Ini Ditangkap Gara-gara Dituduh Jadi Mata-mata China

Eks Agen Intelijen Amerika Ini Ditangkap Gara-gara Dituduh Jadi Mata-mata China

WIB
171 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
intelligence
ilustrasi

Redaksikota.com – Heboh dunia intelejen mancanegara. Pasalnya, salah seorang eks agen intelijen Badan Intelijen Pertahanan (DIA) milik Amerika Serikat mendadak dihadirkan dalam pengadilan karena dituding telah berupaya menjadi mata-mata untuk Negara China.

Dia adalah Ron Rockwell Hansen (58). Ia ditahan oleh Badan Investigasi Federal AS (FBI) pada Sabtu (2/6/2018) sesaat sebelum bertolak ke Bandara Seattle untuk menumpang pesawat menuju China.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, Hansen mencoba meneruskan informasi ke pemerintah China. Atas jasanya tersebut, dia dituduh menerima sedikitnya US$ 800.000 atau Rp 11,1 miliar.

Dia sepakat dibawa ke pengadilan untuk selanjutnya dipulangkan ke Negara Bagian Utah untuk menghadapi dakwaan.

Apa tuduhannya?

Hansen, yang bermukim di Syracuse, Utah, dituduh berupaya mengumpulkan atau meneruskan informasi mengenai pertahanan nasional AS guna membantu pemerintahan asing. Kepada Hansen, ada total 15 tuduhan dijatuhkan, antara lain adalah mencakup bertindak sebagai agen China yang tidak terdaftar resmi, menyelundupkan uang tunai, dan menyelundupkan barang-barang dari AS. Dari berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan jika benar terbukti menjalankan peran sebagai mata-mata China, Hansen akan dipenjara seumur hidup.

Asisten Jaksa Agung, John Demers, menyebutkan bahwa aksi yang diduga dilakukan Hansen sebagai “sebuah pengkhianatan atas keamanan negara” dan “mencemarkan komunitas mantan agen intelijen”. Kemudian seorang Jaksa di Utah, John Huber juga menyebut bahwa tuduhan itu “sangat meresahkan”.

Siapakah Ron Rockwell Hansen?

Berdasarkan dokumen-dokumen pengadilan yang dikutip Departemen Kehakiman, Hansen pernah berdinas di Angkatan Darat AS sebagai seorang perwira dengan latar belakang intelijen sandi dan intelijen manusia. Dia kemudian direkrut oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA) sebagai petugas intelijen sipil pada 2006.

Departemen Kehakiman menyebut Hansen, yang fasih berbahasa Mandarin dan Rusia, memegang akses dokumen sangat rahasia “selama bertahun-tahun” dan bepergian secara rutin antara AS dan China pada 2013-2017.

Dia diduga berupaya berulang kali memperoleh kembali akses ke informasi rahasia setelah berhenti bekerja untuk pemerintah AS sehingga membuat aparat curiga.

Apa yang dimaksud dengan DIA?

Badan Intelijen Pertahanan (DIA) merupakan sebuah lembaga di bawah naungan Departemen Pertahanan yang bertugas menganalisa dan menyebarkan informasi intelijen militer. Tanggung jawab utama badan tersebut adalah menyediakan informasi intelijen militer asing untuk pasukan AS dalam misi pertempuran. Badan itu dibentuk pada 1961 dan kini memperkerjakan 17.000 karyawan.