Ganjar Pranowo
Pengarahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kepada Pejabat dan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tegal (31/8/2017). Foto : @humasjateng.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Pasca ditangkapnya Walikota Tegal, Siti Masitha Soperano oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (Korupsi) kemarin membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ambil langkah sigap.

Pasalnya, saat berada di Balaikota Tegal, Ganjar memimpin langsung upacara pengambilan sumpah antikorupsi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tegal. Bahkan mantan wakilnya Siti yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota Tegal, Nursholeh pun ikut melakukan ucapan sumpah tersebut.

Kepada seluruh ASN Kota Tegal, Gubernur Ganjar pun memperingatkan agar seluruh sumpah yang diucapkan dalam kegiatan tersebut tidak hanya keluar dari mulut saja, melainkan dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Bapak dan ibu sudah disumpah dan dicatat oleh Allah. Mulai detik ini, harus dilaksanakan semua yang diucapkan tadi,” kata Ganjar di Balaikota Tegal, Kamis (31/8/2017).

Selain itu, politisi dari PDI Perjuangan ini pun mengingatkan kepada seluruh ASN Kota Tegal agar bekerja sebaik-baiknya, apalagi dalam menjalankan tugas sebagai pegawai negeri, sikap amanah dan jujur menjadi poin penting yang juga tidak mudah dijalankan, namun wajib dijaga.

“Jujur itu tidak gampang, istikomah juga sulit. Godaanya banyak, apalagi mengembang amanah rakyat, berat!,” pungkasnya.

Tertangkapnya Siti Masitha dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi menurut Ganjar menjadi cambuk dan momentum pemerintah kota Tegal khususnya untuk melakukan koreksi dan perbaikan diri.

“Ini momentum yang baik untuk memperbaiki pemerintahan, dan menjadi pelajaran agar musibah ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Siti Masitha Soeparno Ditahan KPK

Diketahui, Siti Masitha Soeparno harus digelandang ke kantor lembaga antirasuah di Setiabudi, Jakarta Selatan. Tindakan KPK tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemberantasan tindak pidana korupsi yang saat itu diduga dilakukan oleh Siti Masitha.

Giat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tersebut dilakukan ketika Siti Masitha Soeparno usai menggelar rapat terbatas untuk melakukan evaluasi capaian kerja triwulanan dengan sejumlah organisasi Perangkat daerah (OPD) di Adipura, Selasa (29/8/2017) sore.

Dalam kasus yang diduga dilakukan oleh Siti Masitha tersebut terkait dengan pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah, dan pengadaan barang jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Tegal tahun anggaran 2017.

Selain Siti Masitha Soeparno, KPK juga menggelandang dua orang lainnya yakni Ketua DPD Partai Nasdem kota Brebes, Amir Mirza Hutagalung (AMH) dan Wakil Direktur RSUD Kardinah Tegal, Cahyo Supardi (CHY). Usai dilakukan penangkapan dan pemeriksaan intensif oleh tim penyidik KPK, aktirnya ketiganya pun langsung ditahan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini, Rabu (30/8/2017) dengan lokasi berbeda.

Yakni Siti Masitha Soeparno ditahan di Rutan KPK Kavling C1 di Kuningan, Cahyo Supardi ditahan di rutan Pomdam Jaya Guntur cabang KPK, sementara Amir Mirza Hutagalung ditahan di rutan Polres Metro Jakarta Pusat.

Sementara terkait dengan OTT tersebut, tim penyidik berhasil menyita uang total Rp300 juta, masing-masing Rp200 juta secara cash dan Rp100 juta dari rekening Amir Mirza Hutagalung.