Beranda News Daerah ​Tuntut Keadilan LPBP Bersama Mahasiswa Datangi DPRD & Balkot Surabaya

​Tuntut Keadilan LPBP Bersama Mahasiswa Datangi DPRD & Balkot Surabaya

WIB
3.027 views
| Estimasi Baca: 2 minutes

SURABAYA, Redaksikota.com-Puluhan massa dari LPBP, PMKRI dan IMM Surabaya yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Waduk Sepat menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman Gedung DPRD Kota Surabaya dan depan Taman Surya, Rabu(30/5/2018).

Dengan membawa berbagai poster, mereka meminta Pemkot dan DPRD menghentikan tukar guling lahan waduk yang berada dikawasan barat Surabaya tersebut.

Koordinator aksi, Dian Purnomo mengatakan, keberadaan Waduk Sepat memiliki nilai sejarah bagi warga sekitar, sehingga pihaknya meminta pemerintah untuk menghentikan tukar guling(ruislah) dan mengembalikan lahan waduk secara utuh. “Kami (warga) Lidah Kulon tetap menginginkan adanya Waduk Sepat kembali secara utuh seluas 6,7 hektar,” kata Dian.

Romadhoni, perwakilan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dalam orasinya mengatakan, IMM akan membantu warga Sepat memperjuangkan hak-haknya. ”Pembangunan Kota Surabaya selama ini hanya mementingkan pemodal besar dan mengesampingkan rakyat kecil. Walikota Surabaya tidak memperhatikan nasib waduk Sepat, walaupun selama ini penghijauan kota Surabaya telah terlaksana” Kata Romadhoni.

Sementara perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), menilai adanya penindasan yang dilakukan Walikota Surabaya dan Pemkot Surabaya kepada warga di sekitar waduk Sepat. “Walikota Surabaya dan Pemkot Surabaya lebih mementingkan golongan orang berduit daripada warga Sepat. Ada pembatasan dan sekat-sekat yang diciptakan Pemkot Surabaya di Kota Surabaya yang menimbulkan kurangnya interaksi sosial antar warga Surabaya” ucap Andi.

Ketua Laskar Pembela Bumi Pertiwi, Rohim saat ditemui Redaksikota.com dilokasi mengatakan, aksi tersebut merupakan tanggapan terhadap diskresi Pemkot Surabaya yang mengadakan pertemuan dengan beberapa elemen masyarakat sekitaI Waduk Sepat, terutama ketua RW III dan V, dan beberapa orang yang mendaku tokoh masyarakat Sepat dan LPMK.

Pihaknya menilai perternuan ada upaya melegitimasi perusahaan properti untuk melakukan pembangunan proyek perumahan Citraland. “Pertemuan itu Pemkot Surabaya telah melakukan sosialisasi terkait pembangunan saluran air dan rencana pembangunan Waduk Sepat oleh Ciputra, dengan pengelolaan 1 Hektar untuk warga sekitar Waduk Sepat, ini jelas tidak bisa kami terima” ucap Rohim.

Rohim juga menjelaskan bahwa pertemuan itu tidak melibatkan warga Sepat secara keseluruhan, terutama warga yang berkeinginan mempertahankan Waduk Sepat. “Tidak semuanya warga sepakat dengan mekanisme pengelolaan sekitar 1 Hektar, yang ditawarkan oleh Pemkot untuk mereduksi eksplosivitas gerakan Pertahankan Waduk Sepat” tegas Rohim

Aksi warga Sepat  dan elemen mahasiswa Surabaya itu tidak ditemui perwakilan dari DPRD dan Pemkot Surabaya