Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Koordinator Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Komunis, Rahmat Himran mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar agenda Aksi Unjuk Rasa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Dalam aksinya itu, ia mengatakan bahwa pihaknya yang merupakan elemen dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) tersebut akan medesak kepada pemerintah, untuk melawan bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Penolakan terhadap bangkitnya Komunis di Indonesia,” kata Rahmat Himran saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (28/9/2017).

Aksi tersebut dikatakannya akan mulai digelar usai shalat jumat sekitar pukul 13.00 WIB dengan memenuhi jalan di kawasan Tugu Tani itu. Bahkan ia mengklaim jika jumlah massa yangbakan hadir sekitar 5.000 orang dari Jabodetabek Banten.

“Perkiraan massa 5 ribu orang. Konfirmasi dari Tangerang ada 3 bus dan Banten. Mereka akan menyatu di Patung (tugu) Tani,” terangnya.

Kemudian Rahmat juga menyampaikan bahwa aksinya itu akan digelar sampai sore hari, sampai dengan kebijakan yang diberikan oleh aparat Kepolisian.

Namun usai akai, mereka rencananyan berkumpul di Sekretariat Bersama di kawasan Menteng Raya 58 untuk bersiap menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.

“Nonton bareng film pergolakan G30S/PKI di Jalan Menteng Raya 58 samping patung tani (sekretariat GPII) pukul 8 malam atau 20.00 WIB,” pungkasnya.

Namun untuk jadwal shalat jumat, Rahmat Himran mengatakan tidak ditentukan di masjid mana mereka berkumpul. Namun ia mengatakan bahwa massa aksi diberikan kebrbasan untuk menggelar shalat jumat berjamaah, baik di masjid Istiqlal maupun di masjid-masjid di sekitar kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

“Sholat Jumat tidak fokus di masjid Istiqlal, tapi menyebar di masjid-masjid sekitar Tugu Tani dan akan kumpul di titik aksi Tugu Tani,” terangnya.

Sementara itu, Rahmat menegaskan bahwa aksi yang digelar oleh pihaknya itu hanya akan fokus di dua titik saja yakni di kawasan Tugu Tani dan Menteng 58. Sementara terkait agenda Aksi 299 yang lain yang rencananya akan digelar oleh Presidium Alumni 212, ia mengatakan itu mereka bukan bagian dari dirinya.

“Aksi yang di DPR bukan kelompok kita. FUIB melakukan aksi hanya di Patung Tani dan Menteng Raya 58. Untuk agenda aksi di luar Tugu Tani yang menyebabkan kericuhan, itu bukan tanggung jawab kami,” tukasnya.

Lebih lanjut untuk tuntutan aksinya, Rahmat Himran menegaskan lagi, bahwa isu yang akan diangkat hanyalah masalah komunisme dan PKI saja dan tidak ada isu lain selain itu.

“Kita akan fokus pada agenda Komunis saja. Tidak ada agenda lain selain tolak komunisme yang mulai bangkit di NKRI,” tutupnya.