Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Salah satu pelapor kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mengaku sangat kecewa dengan sikap aparat kepolisian, yang jurstru mengjalang-halangi dirinya dan timnya untuk ikut masuk menyaksikan sidang hari ini.

Ia mengatakan alasan yang dikemukakan oleh aparat keamanan di sana adalah ruangan sidang sudah penuh. Namun ia pun mencecar pertanyaan yang lebih spesifik yakni siapa yang ada di dalam ruang sidang tersebut, Pedri mengatakan aparat justru tidak tahu.

“Ketika ditanya siapa aja yang ada di ruang sidang, petugas kepolisian tak bisa menyebutkannya,” kata Pedri kepada Redaksikota, Selasa (28/2/2017).

Selain dirinya, beberapa pelapor lainnya juga tidak diizinkan untuk masuk mengikuti proses sidang yang menghadirkan dua orang saksi ahli itu.

“Mereka adalah (saya), Syamsu Hilal dari Forum Anti Penistaan Agama, dan Habib Novel Bamukmin. Kami tidak bisa mengikuti persidangan┬áhari ini, karena perlakuan yang over protective dari aparat,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Pedri pun menegaskan jika dirinya dan beberapa pelapor lain yang tertahan di luar area persidangan tersebut adalah pihak prinsipal, yakni berlaku sebagai pelapor yang seharusnya bisa terus mengikuti jalannya persidangan. Namun sayangnya, justru mereka malah tertahan.

“Padahal kami ini adalah principal dan pihak terkait. Seandainya kami tidak melapor tentu tidak akan ada persidangan ini. Bagaimana mungkin orang-orang yang tidak ada sangkut-pautnya bisa masuk, sementara kami tidak,” tuturnya.

Untuk itu, Pedri meminta agar aparat dan pihak Pengadilan bisa memprioritaskan siapa saja yang bisa berada di dalam area sidang. Dan ia mengatakan jika seharusnya orang-orang dalam kapasitas sebagai dirinya bisa ikut menyaksikan langsung jalannya persidangan kasus dugaan penodaan agama itu.

“Pelapor adalah orang yang berkepentingan dengan agenda sidang pembuktian dari laporannya. Semestinya pelapor diprioritaskan ada di ruang sidang, sama dengan pihak Terdakwa yang merupakan pihak terkait,” ujarnya.

Dan dengan dihadirkannya dua orang saksi ahli, yakni ahli agama yang diwakili oleh Habib Muhammad Rizieq bin Shihab dan ahli pidana yang diwakili oleh Abdul Chair Ramadhan dalam persidangan itu, Pedri mengatakan ini adalah proses kesaksian yang penting baginya dan para pelapor lainnya itu.

“Ini adalah agenda pembuktian yang sangat penting kami ketahui sebagai pelapor,” pungkasnya. [mib]