Beranda News Daerah Takmir dan Pemuda Muslim Jawa Barat Kompak Tolak Hoaks dan Politisasi Masjid

Takmir dan Pemuda Muslim Jawa Barat Kompak Tolak Hoaks dan Politisasi Masjid

137 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bandung, Redaksikota.com – Maraknya hoaks di tengah-tengah masyarakat khususnya di momentum pemilu 2019 menjadi atensi berbagai stakeholder, salah satunya adalah santri dan pengurus masjid di kawasan Jawa Barat.

Salah satu jamaah yang hadir adalah Generasi Muda Muslim Indonesia (GMMI). Melalui statemennya, Ketua GMMI yakni Yuda mengatakan jika pihaknya sangat sepakat dan sejalan dengan program pemerintah yakni melawan penyebaran berita hoaks.

“GMMI bertekad untuk mendukung program-program pemerintah, menolak politisasi masjid, faham radikalisme dan berita hoak,” kata Yuda di tengah-tengah acara Jawa Barat Bermunajat di Masjid Raya Bandung, Jl. Dalem Kaum No.14, Balonggede, Regol, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/1/2019).

Sementara itu, salah satu Takmir Masjid DKI Jakarta, Khadirin yang ikut dalam kegiatan tersebut menilai, bahwa kampanye penolakan terhadap berita hoaks sangat penting, agar publik Indonesia bisa tercerdaskan dengan kemampuan mendeteksi dini berita atau informasi hoaks yang didapatnya.

“Acara ini sangat bagus dan mencerdaskan umat agar bisa menilai dan menyaring mana berita yang benar dan mana berita yang hoax,” ujarnya.

Dan Khadirin juga menyerukan agar umat Islam tidak mudah terpancing dan tergiring opini tertentu, salah satunya adalah dengan mempercayai hoaks sebagai suatu kebenaran.

“Kita sebagai umat harus cerdas dalam menyikapi informasi yang kita terima dan jangan langsung kita telan mentah-mentah, harus kita saring terlebih dahulu,” pungkasnya.

Di dalam kegiatan itu tidak hanya penolakan terhadap konten hoaks saja. Bahkan ada juga wacana penolakan terhadap politisasi masjid dan paham-paham radikal.

“Terkait pemilihan presiden 2019 secara pribadi menolak masjid digunakan sebagai alat untuk berpolitik atau kampanye,” tegasnya.

Lebih lanjut dalam kesempatan berbeda, salah satu jamaah Takmir Masjid DKI Jakarta, Muhammad Sukron menyatakan sangat mendukung kegiatan tersebut.

Apalagi diakuinya, masjid sebagai sarana untuk kegiatan peribadatan dan kegiatan keagamaan, jangan dimanfaatkan oleh orang atau pihak tertentu untuk berkampanye dan menjelekkan lawan politiknya.

“Acara ini sangat bagus sekali dan perlu terus dilakukan untuk menjaga kesucian masjid, agar tidak lagi menjadi penyalah gunaan tempat ibadah khususnya masjid,” pungkasnya.

“Saat ini banyak sekali masjid dijadikan alat untuk berpolitik, kita harus menjelaskan kepada para jamaah masjid di wilayah kita untuk meluruskan informasi atau berita hoax yang saat ini banyak beredar,” tegasnya.

Sementara dengan kegiatan itu, Sukron masih percaya bahwa mayoritas bangsa Indonesia akan bisa tercerdaskan.

“Dengan diadakannya kegiatan tersebut kita bisa memberikan edukasi kepada umat di wilayah kita agar terhindar dari berita hoax yang saat ini banyak beredar di medsos,” tutupnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan yang digelar oleh Arus Informasi Santri Jawa Barat (AIS Jabar) dengan tema “Keselamatan Negeri” tersebut dihadiri oleh, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pimpinan Nahdlatul Wathan TGB Muhammad Zainul Mahdi, Pimpinan PP Assalam Bandung Habib Syarief Muhammad Alaydrus, para Habaib, perwakilan pengurus Takmir Masjid se-Jawa Barat dan perwakilan Takmir Masjid se- Jabodetabek.