Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketika dalam sebuah debat kandidat di salah satu stasiun televisi swasta, Anies Rasyid Baswedan sempat mengutarakan solusi jitu versi dirinya dan Sandiaga Salahuddin Uno untuk mengatasi persoalan banjir di Jakarta.

Persoalan banjir di Jakarta sempat dikatakan Anies bukanlah bencana alam, melainkan sebuah kesalahan pada manajemen tata kelola air di Jakarta saja, sehingga aliran air dari hulu ke hilir tidak berjalan dengan baik.

“Banjir ini bukan bencana, banjir ini soal manajemen volume air,” kata Anies Baswedan ketika memberikan argumentasinya di hadapan panelis.

Ia memiliki gagasan agar bagaimana volume air yang datang ke Jakarta bisa terpantau dengan baik. Bahkan Anies pun memiliki beberapa langkah yang menurutnya paling efektif untuk mengentaskan persoalan banjir di Jakarta.

1. Lakukan Birokrasi

Jika dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies mengatakan jika dirinya akan berbicara dengan beberapa pemangku kebijakan lain seperti Pemerintah Daerah Jawa Barat, sehingga ada pencapaian solusi yang lebih baik.

“Bicara dengan Pemda Jawa Barat, bicara dengan (pemerintah) Kabupaten Bogor. Dan kekuatan yang kami tawarkan adalah kekuatan persuasi negoisasi, bicara menghasilkan solusi bersama,” katanya mengawali.

2. Pembangunan Sumur Serapan Air

Langkah kedua yang disampaikan Anies dalam debat tersebut adalah rencana dirinya untuk membangun sumur serapan di Jakarta.

“Buat yang di Jakarta sendiri, kita akan melakukan gerakan membangun sumur-sumur serapan di Jakarta ini, dan ini harus menjadi gerakan massal,” terang Anies.

Bahkan ia mengatakan jika gerakan pembuatan lubang-lubang sumur serapan ini tidak hanya akan menjadi program pemerintah saja, melainkan program yang akan digerakkan oleh seluruh masyarakat di DKI Jakarta sendiri.

“Mengelola banjir tidak bisa semata-mata program pemerintah, tapi ini harus menjadi gerakan seluruh warga Jakarta. Ini mulai dari rumah-rumah, kampung dan jalan-jalan,” tukasnya.

3. Memastikan Aliran Air Sungai Tak Terhambat

Selanjutnya langkah ketiga yang disampaikan Anies adalah, memastikan agar saluran air baik di sungai, gorong-gorong dan saluran air lainnya tidak terhambat oleh apapun termasuk sampah.

“Memastikan aliran air itu tidak terhambat. Artinya mulai dari gorong-gorong sampai sungai itu beres,” ujar Anies.

4. Atasi Sedimentasi Muara

Langkah terakhir untuk mengatasi volume alias debit air yang besar hingga dianggap bisa membuat Jakarta banjir, adalah dengan mengatasi persoalan di berbagai waduk dan muara. Anies akan memastikan jika waduk maupun muara yang ada di Jakarta tidak mengalami sedimentasi alias pengendapan.

“Bagaimana di Muara dipastikan tidak terjadi sedimentasi yang berlebihan. Jadi, air dari hulu diamankan, yang di tengah dipastikan turun ke bawah, yang ketiga di hilir kita bereskan. Dan ini dikerjakannya sebagai sebuah gerakan. Kami mengajak kepada seluruh warga Jakarta kita akan melakukan sama-sama. Pemerintah akan ikut melakukan itu,” pungkas Anies.

Sebagi solusi bonusnya adalah dengan membangun lubang hidroponik untuk mengatasi penyerapan air ketika hujan turun di Jakarta. Ia menegaskan bahwa persoalan volume air ini bisa diatasi dengan membuat lubang-lubang untuk menampung air dengan volume yang besar pula.

“Termasuk soal pembangunan lubang-lubang hedroponik misalnya, dan kita akan lakukan di setiap tempat. Yang kita mau bereskan di sini adalah memastikan sebanyak mungkin air masuk ke dalam, bukan sekedar dialirkan,” tegasnya.

Dengan pola pendekatan penyelesaian masalah banjir seperti ini, Anies meyakini betul persoalan banjir di Jakarta akan bisa selesai.

Usai Dilantik, Banjir Datang, Anies-Sandi Bingung

Entah mengapa konsep pengentasan masalah banjir yang sempat disampaikan Anies Rasyid Baswedan saat berdebat dengan Basuki Tjahaja Purnama dalam program “Jakarta Kece” tersebut justru membuatnya bingung sendiri.

Pasalnya, baru beberapa hari dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, baik Anies dan Sandi pun mengaku belum memiliki langkah tepat untuk mengatasi persoalan banjir di DKI Jakarta.

“Mengatasi isu banjir khususnya di 2017 dan awal 2018, kami tidak bisa sampaikan karena sifatnya masih breafing, terdapat banyak PR (pekerjaan rumah -red). Jadi kami masih melihat begitu banyak masalah yang Insya Allah bisa kita petakan satu per satu,” kata Sandiaga didampingi Anies saat jawab pertanyaan wartawan untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta.

“Mungkin itu dulu yang bisa kami sampaikan, karena belum ada solusi yang pasti, inovatif. Jadi semuanya masih dilaporkannya masalah-masalah dan masalah. Saya dan Pak Anies akan memberikan arahan sebulan dari sekarang dinas-dinas terkait, bencana tersebut bisa dilaporkan,” imbuhnya.