angkot jakarta
Angkutan kota di Jakarta. [istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Sebuah insiden cukup memilukan tersiar dari kawasan Koja, Jakarta Utara, dimana ada seorang wanita bernama Asih Sukarsih (32) melompat dari dalam angkot 30A karena ketakutan ditodong oleh perampok.

Naas lagi usai aksi Asih lompat dari kendaraan umum tersebut, nyawanya pun tak dapat diselamatkan akibat luka benturan.

Kondisi ini pun mendapatkan respon dari anggota DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono. Ia mengatakan bahwa ada hal yang perlu disoroti dalam insiden tersebut, yakni lemahnya pengawasan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta sendiri dalam upaya menghadirkan moda transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Ya itu kan proses edukasi ya, pengawasan dari Dishub DKI yang kurang maksimal,” kata Gombong kepada wartawan, Senin (25/6/2018).

Gembong menuturkan Pemprov DKI seharusnya memiliki inovasi-inovasi untuk menghadirkan transportasi massal yang aman dan nyaman, meskipun di Jakarta kini sedang berlangsung pembangunan sistem transportasi massal.

“Tapi bahwa sampai hari ini, kita kadang-kadang DPRD bisa memaklumi karena sedang proses (pembangunan transportasi). Tetapi sambil menunggu proses, kan harus ada inovasi, apa yang dilakukan oleh dinas. Artinya jangan yang konvensional,” terang Gembong.

“Harus ada terobosan-terobosan yang baik bagaimana mengurai itu, sehingga kejadian seperti warga yang loncat dari angkot itu tidak akan terjadi lagi,” imbuh dia.

Perlu diketahui, bahwa pada hari Sabtu (23/6/2018) sore, Asih Kurniasih meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit, usai melompat dari dalam angkot nomor 30A rute Tanjung Priok-Kelapa Gading, di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di dekat Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara.

“Saya lihat pas dia jatuh dari angkot 30A. Itu pas saya turun dari Metromini 41,” ungkap salah seorang saksi bernama Yati, Sabtu (23/6/2018).

Menurut keterangan saksi, korban nekat melompat dari dalam angkot 30A karena ketakutan dengan aksi penodongan yang terjadi. Akibatnya, korban mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

“Korban sempat tergeletak di pinggir jalan jalur busway dengan berlumuran darah, dan saya langsung bawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Sayangnya, upaya membawa korban ke rumah sakit tidak membuahkan hasil. Nyawa korban tidak dapat tertolong hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.