Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Lembaga survei dari Indonesia Development Monitoring (IDM) menggelar survei untuk melihat sejauh mana elektabilitas seluruh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang maju dalam Pilgub Kalimantan Barat (Kalbar) tahun 2018 ini. Dengan survei yang dilakukan tersebut, didapati elektabilitas pasangan Milton-Boyman lebih unggul.

“Pasangan Milton-Boyman menungguli paslon kompetitornya hingga 44,7 persen,” kata Direktur IDM Fahmi Hafel dalam siaran persnya, Sabtu (23/6/2018).

Paslon yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) berdasarkan hasil survei tersebut unggul di beberapa wilayah. Diantaranya adalah; Kabupaten Sintang, Ketapang, Kayong, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu, Sanggau, Kota Singkawang, Kubu Raya dan Kota Pontianak.

Sementara itu untuk peringkat elektabilitas tertinggi kedua diraih oleh pasangan calon yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan PKPI, yakni Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gigot dengan tingkat elektabilitas 25,7 persen. Dan untuk wilayah potensi keterpilihan tertinggi untuk paslon tersebut menurut survei IDM berada di sekitar kawasan Kabupaten Landak Dan Bengkayang.

Selanjut elektabilitas terakhir di Pilgub Kalbar 2018 tersebut diraih oleh pasangan calon Sutarmidji dan Ria Norsan. Uniknya, paslon yang diusung oleh lima partai besar yakni Golkar, PKB, NasDem, PKS dan Hanura tersebut berada di persentase 20,2 saja.

Dan berdasarkan hasil survei IDM tersebut, faktor yang kurang menguntungkan paslon Midji-Norsan tersebut terbesar terletak pada sosok Sutarmidji yang dituding memiliki indikasi persoalan kasus pengadaan alat kesehatan (Alkes).

“Kekalahan Sutarmidji-Noorsan di Kota Pontianak akibat tidak ada prestasi yang dibuat Sutarmidji selama menjabat Walikota serta kasus korupsi pengadaan Alkes ratusan miliar dan sarana pendidikan,” terang Fahmi.

“Serta politik dinasti Ria Noorsan di Mempawah yang mengusung istrinya sebagai calon Bupati Mempawah,” tambahnya.

survei ini dilakukan mulai tanggal 17 Juni -22 Juni 2018 dengan jumlah Responden 2039 Warga Kalimantan Barat yang memiliki hak Pilih dengan margin of error 2.17 persen pada tingkat kepercayaan 95 % .Metode penentuan sample mengunakan Metode Multistage Random sampling

Fahmi meyakini bahwa hasil survei yang dilakukannya tersebut bisa dipercaya dan cukup akurat. Hal ini menurutnya merujuk pada prestasi yang dilakukannya saat melakukan survei di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“Hasil survei Indonesia Development Monitoring punya akurasi sangat tepat ketika melakukan survei di Pilkada DKI Jakarta, dimana untuk pasangan Anies-Sandi hasil surveinya 53,68 dan Ahok-Djarot 42,08 persennya,” tukasnya.