Beranda News Daerah Perangi Hoax, DPW PGK Banten Gelar Diskusi Pemuda dan Literasi Digital

Perangi Hoax, DPW PGK Banten Gelar Diskusi Pemuda dan Literasi Digital

777 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Serang, Redaksikota- Semakin maraknya penyebaran berita bohong atau hoax sangat berpotensi memecah belah persatuan antar sesama anak bangsa.

Menyikapi kondisi ini, Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPW PGK) Provinsi Banten mengadakan diskusi publik yang mengusung tema “Pemuda dan Literasi Digital Menuju Indonesia Anti Hoax”, bertempat di Aula S Rizki Serang, Selasa, (23/10/2018).

Dalam sambutannya, Ketua DPW PGK Provinsi Banten, Syamsul Hidayat mengatakan bahwa hoax ini adalah musuh bagi setiap anak bangsa dan mengancam keberagaman NKRI, oleh karenanya genderang perang terhadap para penyebar hoax ini harus terus disuarakan.

“Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa terlepas dari media sosial, namun sayangnya dinding-dinding media sosial kita belakangan ini ramai dihiasi oleh persebaran berita hoax. Ini menjadi ancaman serius bagi keberagaman kita,”ujar Syamsul yang juga Mantan Presiden Mahasiswa UIN Banten.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK), Riyan Hidayat dalam pemaparannya menyebutkan bahwa ditengah pesatnya kemajuan teknologi ini peran pemuda sangat penting dalam memerangi hoax karena pemuda merupakan kelompok mayoritas pengguna media sosial.

“Hoax ini adalah penyakit sosial, mungkin tidak bisa dihilangkan, tapi kewajiban kita adalah meminimalisir penyebarannya agar tidak merusak persatuan kita. Perang melawan hoax ini harus dimulai dari kita sendiri yakni dengan tidak terjebak atau ikut-ikutan dalam menyebarkan hoax,” ujarnya.

Hadir juga sebagai narasumber dalam diskusi publik tersebut Ketua Pemuda Muhammadiyah Provinsi Banten, Suparta Kurniawan, mengatakan bahwa Hoax adalah musuh bagi perdaban bangsa Indonesia yang santun dan luhur. Ditambahkan oleh Wakil Ketua GP Anshor Provinsi Banten, TB. Adam, menegaskan bahwa tidak ada satu orang pun yang menyukai hoax, bahkan pembohong sekalipun tidak mau dibohongi. Terakhir, Akademisi UNSERA, Rapih Hardiansyah menyarankan agar pemuda dan mahasiswa harus lebih selektif dalam memilih media-media yang kredibel dalam menyampaikan berita sehingga tidak terjebak oleh berita-berita bohong (hoax). (HS)