Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

SURABAYA, Redaksikota.com – Generasi muda sebagai calon penerus bangsa harus menjadi benteng bagi kelangsungan dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, tidak semua anak muda yang lebih dikenal dengan sebutan anak muda zaman now ini memahami hal tersebut.

Terbukti, ditengah ‘Ngopi Kebangsaan’ yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Ikal Lemhannas) Komisariat Jawa Timur di Taman Bungkul, Minggu (22/7/2018) dibuat kaget.

Pasalnya, masih banyak ditemukan para muda-mudi yang melakukan aktivitas olah raga di Car Free Day (CFD) belum mengetahui nilai-nilai kebangsaan berdasarkan empat konsensus dasar bangsa.

Ketidaktahuan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua Ikal Lemhannas Komisariat Jawa Timur, Rachmat Harsono. Ia mengaku kaget pada sebagian anak zaman now yang tidak tahu makna yang terkandung dalam nilai-nilai kebangsaan.

“Kita terkaget-kaget juga bahwa masyarakat sekitar khususnya anak muda di Surabaya sekarang masih belum tahu akan nilai-nilai kebangsaan. Mereka belum paham 4 konsensus dasar bangsa,” ungkapnya saat ditemui disela Ngopi Kebangsaan yang telah digelar kali keduanya ini.

Bahkan, Rachmat merasa prihatin atas karakter yang dimiliki anak muda di era sekarang ini. Sebab, anak zaman now banyak yang tidak paham apa itu NKRI.

Dengan adanya Ngopi Kebangsaan yang dikemas kali ini, kata dia, justru lebih diterima oleh masyarakat secara luas dan lebih efektif. “Dengan ngopi, kita jelaskan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Mulai dari kesatuan wilayah, nilai persatuan dan nilai kemandirian, bisa dijelaskan satu persatu,” tuturnya.

Setelah diberikan pemahaman oleh Ikal Lemhannas, lanjut Rachmat, anak-anak muda di usia produktif menjadi mengerti dan paham makna yang terkandung dalam nilai-nilai dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.

“Kalau anak muda tidak mengetahui apa itu NKRI ini kan bahaya. Bangsa kita akan lemah dari sisi karakter dan jati diri,” paparnya.

Hal yang paling berbahaya, tambah Rachmat, adalah para anak muda semakin apatis terhadap bangsa. “Jadi, mereka menganggap bahwa Indonesia tetap berjalan tanpa Presiden, itu kan gak bener. Siapapun yang hidup di NKRI harus paham filosofi bangsa kita. Sehingga bisa tahu jati diri bangsa dan karakter buildingnya bisa terbentuk,” tambahnya.

Pihaknya menegaskan bahwa Ikal Lemhannas Komisariat Jawa Timur tetap menggelorakan seperti yang telah diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni pembangunan karakter dan Revolusi Mental. “Salah satu caranya adalah dengan Ngopi Kebangsaan bersama Ikal Lemhannas ini,” tandasnya.

Di tempat yang sama, mantan Deputi Pemantapan Nilai-nilai Lemhannas RI, Laksamana Muda TNI Purnawirawan, Ir Yuhastihar MM pun memberikan apresiasi kepada Ikal Lemhannas Jawa Timur. Sebab, ide Ngopi Kebangsaan yang digagas dengan maksud mensosialisasikan dan menumbuhkembangkan semangat kebangsaan.

“Idenya memang sederhana, tapi luar biasa. Jadi, bagaimana semangat kebangsaan ini harus kita pegang teguh supaya tetap bersatu dan tetap utuh ini kan luar biasa,” katanya.

Pihaknya pun berharap peran media turut membantu apa yang dilakukan Lemhannas Jawa Timur ini. Sebab, pihaknya melihat rasa nasionalisme masyarakat ini sangatlah tinggi. “Tetapi, bagaimana memelihara dan membangkitkan semangat tersebut untuk hal-hal yang positif,” harap Yuhastihar.

Dengan demikian, lanjut dia, empat konsensus dasar bangsa yang harus dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh masyarakat dalam segala bidang bisa terwujud. “Agar supaya kita berada pada jalur yang benar dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.