Asyik, Prabowo
Sudrajat dan Ahmad Syaikhu saat bersama dengan Prabowo Subianto. [source : sindonews]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Jelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat yang akan berlangsung pada hari Rabu 27 Juni 2018 mendatang, Lembaga Studi Demokrasi Indonesia melakukan survei dengan meminta pendapat dari masyarakat terkait dengan potensi keterpilihan seluruh pasangan calon yang bertarung.

Dalam survei yang digelar dari tanggal 2 Juni sampai 20 Juni 2018 terhadap 1.128 responden di 29 Kabupaten dan 6 Kota di Jawa Barat tersebutm ternyata mayoritas masyarakat ingin memilih pasangan nomor urut 3 yakni Mayjen (purn) TNI Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau yang karib disapa pasangan Asyik, dengan 30,21 persen.

Dan dalam hasil wawancara terhadap responden, mayoritas mereka yang ingin memilih pasangan Asyik ternyata didasari oleh sosok Prabowo Subianto.

“89,5 persen pemilih Sudrajat – Syaikhu mengungkapkan alasan memilih pasangan tersebut karena ketokohan Prabowo Subianto dan kedekatan dengan para Ulama,” kata Koordinator LSDI, Trisasono dalam siaran persnya yang diterima Redaksikota.com, Sabtu (23/6/2018).

Setelah pasangan Asyik, potensi terbesar kedua respon akan memilih pasangan nomor urut 4 yakni Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Potensi keterpilihan pasangan yang dikenal dengan pasangan 2DM itu adala 28,90%. Sementara alasan mengapa mereka memilih pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar tersebut adalah keartisan Deddy Mizwar dan juga dianggap berhasil dalam memimpin Jawa Barat bersama Ahmad Heryawan.

“40,1 persen karena popularitasnya (Deddy Mizwar) sebagai artis yang selalu berperan protagonis, sedangkan 37,4 persen ingin beranggapan Deddy Mizwar telah berhasil sebagai wagub. Dan juga keberhasilan Dedi Mulyadi sebagai Bupati,” terangnya.

Selanjutnya potensi keterpilihan selanjutnya diraih oleh pasangan nomor urut 1 yang diisi oleh Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum dengan perolehan 25,66 persen. Dan alasan mengapa mereka memilih pasangan yang dikenal dengan sebutan “Rindu” tersebut adalah keberhasilan dua tokoh tersebut memimpin daerah masing-masing sebelum mencalonkan diri sebagai pasangan Cagub dan Cawagub Jawa Barat 2018.

“Responden yang memilih pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil – Uu Ruhzanul Ulum 75,4 persen beralasan karena keberhasilan kota Bandung dan perwakilan masyarakat Tasikmalaya pada Bupatinya,” lanjut Trisasono.

Kemudian terakhir potensi keterpilihan ada di pasangan Mayorjen (purn) TNI Tubagus Hasanuddin dan Irjen (purn) Pol Anton Charliyan yang terkenal dengan sebutan pasangan “Hasanah”. Menurut hasil survei LSDI tersebut, mayoritas pemilih pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan tersebut lantaran kedekatan kedua tokoh tersebut dengan pemerintahan saat ini.

“Pemilih Hasanuddin – Anton Charliyan. sebanyak 97,4 persen memilih karena pasangan tersebut dekat dengan Presiden Jokowi dan PDIP,” jelasnya.

Sementara itu dalam survei yang dilakukannya tersebut, Trisasono menyebutkan Margin of Error (MoE) sebesar kurang lebih 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95%. Kemudian untuk metode survei yang dilakukannya adalah dengan menggunakan metode Multistage Random Sampling (MRS).

[mib/red]