Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikoya.com – Beredarnya berita yang dilebih-lebihkan bahwa mahasiswa Papua mendapat perlakuan buruk dan dipersikusi di sejumlah daerah khususnya di Surabaya dan Malang, telah dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang menginginkan agar situasi di Papua tidak kondusif.

Beberapa aksi unjuk rasa, perusakan dan anarkisme di Papua memunculkan isu kuat bahwa ada himbauan agar seluruh mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua untuk kembali ke Papua.

Meskipun ada beberapa mahasiswa yang pulang ke Papua, ternyata banyak juga mahasiswa Papua yang memilih untuk tetap kuliah di universitas luar Papua baik di Jawa, Sumatera dan beberapa daerah lainnya.

Untuk itu kalangan intelektual muda menyerukan agar para mahasiswa tersebut kembali berkuliah di kampus masing-masing.

Feliks Baru, mahasiswa Sastra Inggris dari Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan menyatakan, dirinya akan tetap melanjutkan kuliahnya.

“Saya ingin tetap melanjutkan kuliah sampai selesai agar dapat membangun tanah Papua menjadi lebih maju,” kata Feliks, Minggu (22/9/2019).

Mahasiswa yang pernah kuliah di Surabaya ini menyampikan bahwa situasi dia saat kuliah di Surabaya dan saat ini di Pamulang tidak ada apa-apa, tidak ada diskriminasi ataupun tidak ada hal-hal yang merugikan dirinya.

Himbauan juga disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi Anak Papua (FORKAP), Samuel F Jenggu di sela-sela Deklarasi Intelektual Muda Papua Cinta NKRI menyampaikan hal senada.

“Saya kira pemberitaan yang beredar selama ini terlalu berlebihan. Seolah-olah para Mahasiswa Papua di setiap daerah mendapat perlakukan buruk. Padahal kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu,” kata Samuel di sela-sela Deklarasi Intelektual Muda Papua Cinta NKRI, kemarin.

Menurut Samuel, pihaknya terus memantau mereka, ternyata mahasiswa yang pulang ke Papua kondisinya aman-aman saja. Apalagi segenap aparat mulai dari kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah telah menjamin penuh keamanan mereka.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Gerakan Cinta Tanah Air (GERCIN) Hendrikus Yance Udam yang mengatakan, bahwa mahasiswa Papua yang tetap menuntut ilmu di kampus masing-masing umumnya tidak mendapat gangguan.

Pihaknya terus memantau kondisi keamanan rekan-rekannya yang tersebar di sejumlah kampus.

“Kami mengakui memang ada segelintir orang yang menginginkan Papua tidak kondusif. Mereka menyebarkan isu dan memobilisasi para pemuda Papua agar tidak kuliah di luar Papua,” ujarnya.

Padahal jika itu dilakukan maka yang rugi Papua sendiri. Sebab jika kuliah mereka terputus maka Papua akan kehilangan SDM yang berpendidikan baik. []