Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.Com – Wacana bergabungnya Kota Bekasi sebagai wilayah DKI Jakarta direspon positif oleh Gerakan Masyarakat Cinta Jakarta (Gema Cita). Menurut Sekjen Gema Cita Hilman Firmansyah, Kota Bekasi memiliki kultur yang sama dengan Jakarta jika dilihat dari aspek sejarah, sosial budaya dan ekonomi.

“Secara ekonomi, Kota Bekasi sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta sangat pesat, ditambah secara kultur juga memiliki kesamaan budaya. Lebih cenderung ke budaya betawi,” kata Hilman dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (21/8).

Secara historis, jelasnya, Bekasi juga memiliki kedekatan sejarah Jakarta yang sebelumnya bernama Batavia di masa kemerdekaan. Sehingga, kata dia, persoalan Jakarta dan Kota Bekasi bisa teratasi dengan saling menopang.

Oleh karenanya, Gema Cita berharap Kota Bekasi masuk menjadi bagian DKI Jakarta.

“Ketergantungan dan keterikatan antara Kota Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta lebih besar. Seperti persoalan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, transportasi dan pertumbuhan perkotaan. Itu hampir semuanya merupakan subkoordinasi dari DKI Jakarta,” jelasnya.

Dalam bidang penanganan keamanan, Kota Bekasi masuk dalam Polda Metro Jaya. Kemudian bantuan keuangan provinsi, DKI Jakarta lebih besar memberikan bantuan. Hal itu terlihat di tahun 2018 dimana bantuan DKI bisa sekitar Rp 500 miliar, Jawa Barat Rp 100 miliar.

“Artinya, dampak keuangan DKI Jakarta sebagai daerah perbatasan lebih besar dibandingkan Jawa Barat. Sistem pemerintahan tentunya harus menyesuaikan kondisi politik di Kota Bekasi jika nantinya bergabung dengan DKI Jakarta,” tutupnya.