Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Pilpres baru saja usai dan tinggal menunggu pelantikan pemenangnya, yakni pasangan Joko Widodo dan KH Maruf Amin pada bulan Oktober 2019. Namun sebuah lembaga survey sudah merilis 14 nama yang diprediksi bakal menjadi kandidat Calon Presiden (Capres) potensial pada Pilpres 2024. Salah satunya nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Di sosial mediapun sempat ada tagar #AniesBaswedanForPresident yang masuk trending topic dunia, yakni di situs microblogging Twitter. Kepintaran Anies berbahasa inggris ketika melakukan kunjungan ke luar negeri menjadi nilai tambah tersendiri, selain ide-ide membangun Jakarta yang dinilai lebih manusiawi.

Meski digadang-gadang sebagai sosok yang pantas berlaga di Pilpres 2024, namun pendukungnya mengingatkan agar Anies Baswedan lebih memilih untuk tetap fokus bekerja menyelesaikan tanggungjawabnya sebagai Gubernur DKI.

“Sebagai pendukung mas Anies, kita bangga kalau banyak kalangan menyebut mas Anies sebagai capres potensial di 2024. Tidak hanya ramai di dunia nyata, tapi juga meraih dukungan #AniesBaswedanForPresident di dunia maya. Ini merupakan bentuk harapan sekaligus apresiasi warga terhadap kinerja Mas Anies yang sejauh ini sukses memimpin Ibukota,” kata Ketua Pengurus Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Wilayah DKI Jakarta Raya, Syarief Hidayatullah, Senin (22/7/2019).

Namun dia mengingatkan kepada para pendukungnya agar tidak terlalu dini membicarakan mengenai pencapresan Anies Baswedan, karena nanti akan mengganggu ritme kerja Gubernur DKI tersebut.

“Sebagai pendukung yang sayang sama Mas Anies, saya mengingatkan semuanya, terutama pendukungnya, biarkan Mas Anies fokus bekerja, jangan di recokin dengan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai Gubernur Jakarta,” ucapnya.

Dia menambahkan, isu-isu seperti ini bisa menjadi racun sehingga secara tidak sadar justru akan menjerumuskan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI tersebut ke depannya.

“Pilpres baru saja usai dan Presiden terpilihpun belum dilantik, tapi orang sudah meramaikan Capres 2024. Ini sangat tidak relevan dan berbahaya. Apalagi namanya politik, tidak jelas mana yang murni aspirasi masyarakat dan mana yang jualan gorengan untuk menjatuhkan seseorang,” tambahnya.

Oleh karena itu, Syarief berpesan kepada Anies untuk terus bekerja tanpa tergoda dengan isu-isu soal Pilpres 2024.

“Tetap bekerja saja, biarkan orang berkata apa. Kalau memang berlian, maka selamanya akan tetap berlian. Dan kepada para pendukung, jangan mudah terpancing dengan move-move politik. Mas Anies belum memikirkan Pilpres 2024. Jangankan Pilpres 2024 kendaraan politik aja Mas Anies tidak punya. Lebih baik tetap fokus bekerja untuk Jakarta yang lebih baik, setelah itu kita lihat bagaimana nanti kedepannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis daftar 14 capres 2024 potensial, antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Menko PMK Puan Maharani, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar , Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala BIN Budi Gunawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) TNI Gatot Nurmantyo. []