Direktur CBA Uchok Sky Khadafi
Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menaruh curiga besar kepada Pemprov DKI Jakarta bahwa ada niat terselubung yang coba ditutup-tutupi di balik rencana penjualan saham salah satu perusahaan daerah mereka yakni PT Delta Djakarta.

Menurut Uchok, sejauh ini perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta yang memproduksi minuman beralkohol tersebut merupakan perusahaan yang sangat sehat dan menunjukkan laba perusahaan yang sangat besar.

“Ngototnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bikin kita curiga, jangan-jangan ada udang di balik batu atas ngotot penjualan saham Perseroan bir tersebut,” kata Uchok dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Selasa (22/5/2018).

Sikap Pemprov DKI Jakarta yang dinahkodai oleh pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno dinilai Uchok sangat kontroversial. Jika melihat potensi keuntungan dengan peningkatan pendapatan daerah, apalagi melihat kondisi perusahaan PT Delta Djakarta tersebut masih sangat sehat, seharusnya Pemprov DKI Jakarta mendukung perusahaan tersebut dengan menyuntikkan dana segar sehingga bisnis perusahaan BUMD itu semakin maju.

“Harusnya Pemda DKI menyuntik dana segar ke PT Delta Djakarta agar kontribusi penerimaan daerah bisa meningkat,” tuturnya.

Melihat dari potensi penerimaan daerah yang besar dari bisnis yang dijalankan oleh perusahaan bir tersebut, Uchok justru mendukung anggota dewan di DPRD DKI Jakarta yang menolak Pemprov DKI Jakarta melepas saham PT Delta Djakarta.

“CBA mendukung anggota dewan yang menolak penjualan saham tersebut karena tidak masuk akal. Perusahaan ini setiap tahun untung, tapi kok dijual sahamnya dengan membawa bawa bahasa agama lagi,” tegasnya.

Kemudian Uchok pun meminta dengan tegas agar baik Anies maupun Sandi agar jujur saja kepada rakyat Jakarta tentang alasan sebenarnya mengapa mereka ngotot ingin tetap menjual perusahaan itu. Karena Uchok merasa sangat meyakini bukan soal narasi agama yang menjadi latar belakang mengapa Anies-Sandi ingin menjual saham PT Delta Djakarta.

“Seharusnya Sandiaga Uno jujur saja, apa kepentingan Sandiaga Uno (ingin) menjual saham perusahaan bir tersebut, tidak usaha pakai bahasa Pantun ‘Kita ingin tentunya mendapatkan dividen yang halalan toyyiban‘. Karena penerimaan Pemda DKI juga banyak yang tidak halal kok. Coba kita jalan-jalan ke kota, adakah tempat pijet berbau protitusi?,” tukasnya.

Perlu diketahui, menurut data yang disampaikan Uchok Sky Khadafi, ternyata PT Delta Djakarta memiliki potensi yang sangat baik untuk meningkatkan pendapatan daerah. Apalagi disebutkan Uchok, PT Delta Jakarta tahun 2017 saja mempunyai saham sebanyak 800.659.050 lembar. Dengan jumlah saham sebanyak itu, Uchok merilis komposisi pemegang saham di perusahaan BUMD itu. Diantaranya adalah;

1. San Miguel Malaysia memegang sebanyak 467.061.150 lembar saham atau 58.3 persen,
2. Pemprov DKI Jakarta memegang sebanyak 210.200.700 lembar saham atau 26.2 persen,
3. Publik memiliki sebanyak 123.397.200 lembar saham atau 15.4 persen.

kemudian, setiap tahun Laba kotor PT Delta Jakarta adalah pada tahun 2015 sebesar Rp.465.2 miliar, pada tahun 2016 sebesar Rp.540.8 miliar, dan pada tahun 2017 sebesar Rp.574.2 miliar.

“Jadi, setiap tahun Perseroan ini selalu untung besar, dan sebetulnya Pemda DKI Jakarta tidak perlu menjual saham di PT Delta Djakarta tersebut,” tutup Uchok.