t
Beranda News Daerah FKPT Lampung Ingatkan Keberagaman adalah Anugerah Indonesia

FKPT Lampung Ingatkan Keberagaman adalah Anugerah Indonesia

WIB
410 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA, Redaksikota.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung bekerjasama dengan Generasi Muda Muslim menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Peran Pemuda dalam Menangkal Radikalisme di Lampung”.

Dalam kegiatan tersebut, Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung yang diwakili oleh Abdul Syukur memberikan pemaparan bahwa radikalisme merupakan salah satu rangkaian wujud negatif yang diawali dengan adanya sikap intoleransi di kalangan masyarakat.

“Awal mulanya adanya sikap intoleransi, sikap tidak mau menerima perbedaan dan tidak mau menerima perbedaan,” kata Abdul Syukur dalam pemaparannya di UIN Raden Intan Lampung, Senin (20/8/2018).

Ia mengingatkan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus disikapi bersama dan menjadi alat pemersatu. Menurut Syukur, jika ada pihak yang menentang perbedaan dan keberagaman bangsa Indonesia, maka dia menkufuri karunia Tuhan kepada Indonesia sebagai bangsa dan negara.

“Indonesia adalah negara dengan bangsa yang beragam. Siapapun yang menentangnya, ia telah mengingkari kodrat Indonesia,” lanjutnya.

Kemudian Syukur pun mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya masyarakat Lampung agar saling menjaga dan mengasihi di tengah-tengah perbedaan yang ada.

“Indonesia tidak akan ada tanpa perbedaan dan keberagaman. Mari warga Lampung saling menjaga demi keutuhan bangsa dan negara kita,” tutur Syukur.

Terakhir, ia pun meminta agar segala perbedaan yang ada baik pandangan politik dan sebagainya tidak menjadi alat penghancur norma dan nilai tatanan sosial bangsa dan negara Indonesia.

“Berbeda-benda pandangan politik itu wajar, tapi persatuan dan kesatuan tetap berada di tempat tertingginya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama pula, Ketua Jurusan Keguruan UIN Raden Intan Lampung, Imam Syafii mengatakan bahwa radikalisme menjadi momok tersendiri di kawasan Lampung.

“Radikalisme di Lampung masuk zona merah, ini menjadi atensi dalam misi masa depan agama kita untuk memperbaiki masalah sosial ini,” tutur Syafii.

Kemudian ia juga mengingatkan kepada seluruh Mahasiswa dan generasi muda Indonesia dapat belajar dan menerapkan agama dengan baik dan tepat.

“Saya berpesa bahwa umat Islam Indonesia harus mengamalkan agama sesuai ajaran islam yang diajarkan oleh para pendahulu kita, dan harus sesuai jati diri bangsa,” imbuhnya.

(ibn)