Ketua Ormas Islam Gerakan Pagar Aqidah (GARDAH) Ustadz Suryana.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bandung, Redaksikota.com – Ketua Ormas Islam Gerakan Pagar Aqidah (GARDAH) Ustadz Suryana menyampaikan bahwa telah terjadi polarisasi di kalangan umat pasca Pemilu 2019 akibat perbedaan ijtihad politik.

Dan saat ini Pemilu telah selesai, untuk itu Ustadz Suryana mengajak kepada seluruh pengikutnya agar kembali memperkokoh ukhuwah islamiyyah dan persatuan sesama anak bangsa demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif.

“Mari jaga kondusifitas khususnya menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, yaitu Joko Widodo dan KH Maruf Amin,” kata Ustadz Suryana, Sabtu (19/10/2019).

Jika bangsa ini aman, Ustadz Suryana yakni bahwa umat Islam akan lancar berdakwah dan melaksanakan ibadah dengan tenang serta khusyu.

Untuk itu melalui organisasi yang dia pimpin, Ustadz Suryana terus berdakwah kepada para pengikutnya untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya toleransi dan kerukunan hidup antar umat beragama guna terciptanya kemanan yang kondusif.

“Menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan Ulama, namun menjadi tugas seluruh elemen bangsa dan warga negara Indonesia,” tuturnya,

“Untuk itu, perlu dibangun sinergitas yang baik, khususnya antara umara (pemerintah) dengan ulama, karena jika ingin negara ini aman maka jangan pisahkan umara dengan ulama,” sambung ustadz Suryana.

Ormas Islam GARDAH saat ini fFokus menolak segala bentuk pemurtadan, namun sangat terbuka untuk berdialog dengan para tokoh dan pengikut ajaran agama lain yang ada serta diakui oleh pemerintah Indonesia.

“Karena dialog merupakan cara efektif dalam men-counter dan mendeteksi segala bentuk pemurtadan serta kegiatan kegitan masyarakat lainnya yang melanggar atau bertentangan dengan norma-norma agama maupun adat istiadat masyrakat setempat,” pungkasnya.

Ormas Islam GARDAH juga menolak terhadap kegiatan Musyawarah Ulama se-Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Asrilia Kota Bandung pada tanggal 15-17 Oktober 2019, yang digagas oleh Ketua API Jabar, Asep Syaripudin.

“Terlebih jika kegiatan tersebut merupakan salah satu konsolidasi untuk mengganggu ataupun menggagalkan acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019,”Tegas Ustadz Suryana.

Ustadz Suryana juga mengimbau kepada seluruh warga Indonesia, khususnya para anggota GARDAH dan juga masyarakat Bandung agar bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan kelompok yang tidak bertanggung jawab serta mendukung segala bentuk program pemerintah guna mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang sejahtera adil dan makmur. []