Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ribuan karyawan PT. Simoplas, Jalan Raya Randugarut km. 13 Tugu, Semarang, Jawa Tengah, melakukan aksi demonstrasi di kantor Disnaker Kota Semarang, Rabu (19/4/2017).

Mereka menuntut pembayaran gaji yang telah dijanjikan selama 7 bulan oleh manajemen perusahaan plastik di semarang itu, yang hingga kini belum juga dibayarkan.

Dengan membawa sejumlah bendera serikat, para buruh juga menggelar aksi berlari. Aksi ini sebagai simbol mengejar pemegang saham agar tidak sembunyi ataupun lari dari tanggungjawab. Para demonstrasi juga menuntut pemegang saham supaya menyelesaikan persoalan Simoplas ini hingga tuntas.

“Kami setahun lebih sudah dirumahkan, hak kami pun belum dibayar sampai saat ini. Teman kami pun yang masih bekerja katanya tidak dibayar selama 3 bulan, kalaupun dibayar hanya dicicil per minggu yang besarannya dibawah UMR,” ujar beberapa karyawan Simoplas.

Ketua DPD FSPKEP Jawa Tengah, Zainudin menjelaskan bahwa, sebelumnya pihak perusahaan merumahkan ribuan pekerjanya, dan akan menggaji para karyawan yang dirumahkan sebesar 69 persen dari gaji pokok yang didapatkan. Namun, hingga saat ini pihak perusahaan juga belum membayar kekurangan uang tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp 1,5 juta per orang dari total THR Rp 2,5 juta.

Zainudin pun akhirnya mengadu persoalan tersebut ke DPRD Kota Semarang dan Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Kota Semarang terkait hak-hak karyawan yang belum dibayarkan. Pihak perusahaan belum membayar gaji selama 7 bulan dengan total sekitar Rp 10,5 juta per orang.

Secara terpisah, Ketua umum Serikat pekerja Kimia, Energi, Pertambangan dan Umum (FSPKEP), Sunandar, meminta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk ikut berperan aktif terkait kasus tersebut. Pihaknya juga meminta kepada Gubernur Jateng agar memfasilitasi memanggil owner PT. Simoplas.

”Kami minta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ikut berperan aktif terkait kasus kurang lebih 3000 karyawan Simoplas untuk bisa memfasilitasi memanggil owner PT. Simoplas agar segera bertanggung jawab,” pinta Sunandar. (Kholid)