Beranda News Daerah Borneo Muda: Siapapun Presidennya, Putra Borneo Wajid Masuk Menteri

Borneo Muda: Siapapun Presidennya, Putra Borneo Wajid Masuk Menteri

WIB
263 views
| Estimasi Baca: 1 menit

JAKARTA, Redaksikota.com – Koordinator Bornoe Mudai, Harianto Minda menilai bahwa sudah saatnya putra Borneo menjadi bagian terpenting dalam pemerintahan Nasional.

“Representasi warga Bornoeo adalah pulau yang terbesar di dunia. Daerah kita adalah terbesar di dunia,” kata Harianto dalam rembuk nasional dengan tema “Siapapun Presidennya Wajib #2019MenteriDariBorneo” di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Alasan mengapa putra Borneo harus duduk di esekutif adalah melihat potensi besar Pulau Kalimantan bagi Indonesia baik dari segi kebangsaan maupun kenegaraan. Kekayaan alam yang melimpah namun sayangnya kesejahteraan masyarakat masih terbilang minim.

“Kita kenal bahwa daerah kita berlimpah kekayaanya secara sumber daya alam yang kita jauh lebih besar dari daerah lain. Tapi yang kita rasakan di daerah ternyata masih jauh dari harapan-harapan kita,” tuturnya.

Baginya, sudah seharusnya salah satu jajaran eksekutif adalah putra asi Borneo sehingga apa yang menjadi keresahan masyarakat Borneo dapat diperhatikan lebih serius. Bahkan mereka tidak memperdulikan siapapun Presiden dan Wapresnya yang terpilih dalam Pilpres 2019 nanti.

“Siapapun yang terpilih tapi tidak memperhatikan Boreno, maka kita gak dipandang lagi dan hanya sebagai sapi perah saja. Inilah yang membuat teman-teman orang tua saudara-saudara kita untuk datang berdiskusi di tempat ini,” ujarnya.

Terakhir, Harianto menegaskan bahwa pihaknya akan memasifkan gerakan tersebut untuk mendorong agar siapapun Presidennya nanti akan memercayakan putra asli Borneo untuk menjadi bagian dari jajaran eskekutif.

“Kita akan bangun kekompakan karena harus dimulai dari hal sederhana jika kita ingin wujudkan gerakan yang lebih besar,” imbuhnya.

“Di Pilpres nanti sudah ketahuan yang menjadi Presiden harus ada menteri dari kita Borneo. 1 minggu pasca pencoblosan, maka kita akan munculkan gerakan-gerakan yang ada di Kalimantan,” tutupnya. (***)