Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Dalam kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017, pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno memiliki target 100 hari kerja sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dalam programnya tersebut, ada tiga langkah yang menjadi pekerjaan prioritas kedua pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, yang rencananya akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada sore sekira pukul 16.00 WIB nanti.

1. Melakukan Rekonsiliasi :
Dalam agenda ini, Anies-Sandi akan melakukan rekonsiliasi dengan berbagai golongan warga DKI Jakarta selepas Pilkada 2017, untuk memastikan lingkungan sosial, ekonomi dan politik yang kondusif.

Tindakan yang konkret akan dilakukan adalah menggelar silaturrahmi dengan seluruh eks pemimpin DKI Jakarta bersama dengan para wakilnya saat itu, serta para perwakilan stakeholder dan pimpinan partai politik.

Kemudian Anies-Sandi juga akan membentuk sebuah forum khusus yang berisikan para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, yang nantinya difungsikan sebagai wadah komunikasi yang berkelanjutan.

Selain itu, kedua pasangan ini akan mengaktifkan kembai forum kerukunan umat beragama yang pernah ada di DKI Jakarta. Bahkan Anies-Sandi juga berjanji akan memulai pertemuan kota (townhall meeting) per kecamatan sejak minggu pertama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Yang kemudian pertemuan pertama bersama warga tersebut akan digelar perdana dari Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Bahkan Anies-Sandi pun akan membuka pintu lebar-lebar kepada seluruh elemen masyarakat DKI Jakarta untuk berunding, bermusyawarah dan berembug dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, langsung di kantor Balaikota DKI Jakarta.

2. Jalankan Program Kerja Priortas :
Langkah kedua dalam pencapaian 100 hari program kerja Anies-Sandi adalah, ingin menjalankan program kerja prioritas yang fokus pada langkah-langkah awal dalam memenuhi program kerja prioritas Anies-Sandi dalam 3 bidang.

Diantaranya adalah pembentukan lapangan pekerjaan baru. Dimana dalam program tersebut nantinya Pemprov DKI Jakarta akan menciptakan para wirausahawan baru dan berkelanjutan menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat. Target utama dalam sektor ini adalah akan ada peresmian 44 pusat kewirausahaan baru di DKI Jakarta.

Kemudian di sektor pendidikan, Anies-Sandi berjanji akan concern terhadap perwujudan pendidikan yang merata. Dan langkah konkretnya yang ditawarkan Anies-Sandi saat kampanye adalah peluncuran Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) dan distribusi KJP Plus untuk anak yang putus sekolah.

Dan sektor terakhir adalah masalah hidup layak. Di mana pemerintahan Anies-Sandi akan mewujudkan biaya hidup yang lebih terjangkau, yakni program mengenai bahan pangan pokok, hunian layak dan transportasi.

Langkah konkret yang akan dilakukan di pemerintahan pasangan Anies-Sandi tersebut adalah dengan meluncurkan Kartu Pangan Jakarta (KPJ).

“Kartu Pangan itu nanti diintegrasikan dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS) agar kalangan yang ada di bawah garis kemiskinan mendapatkan pangan murah,” kata Sandiaga, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Kredit Rumah DP 0 Rupiah

Selanjutnya adalah sektor hunian. Di sektor ini, Anies-Sandi juga membawakan program yang sangat fenomenal yakni pembiayaan kredit pembelian rumah kepada masyarakat dengan Down Payment (DP) Rp0.

Penjelasan lebih detail mengenai program tersebut. Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandi Salahuddin Uno mengatakan, bahwa sempat ada wacana peserta program DP 0 rupiah untuk warga dengan penghasilan sampai Rp 7 juta per bulan.

“Prinsipnya, kami ingin memberi hunian yang layak kepada masyarakat. Baik itu yang berpenghasilan di bawah atau lebih dari Rp 7 juta,” tutur Sandi pada 12 Juli 2017.

Dan untuk pengentasan sektor transportasi, Anies-Sandi juga memiliki target capaian yakni menciptakan program OK OTrip dan OK O-Care.

3. Konsolidasi Birokrasi Pemerintah DKI
Langkah terakhir yang ada dalam rangkaian 100 hari kerja Anies-Sandi adalah melakukan konsolidasi birokrasi pemerintah di jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Langkah konkretnya adalah dengan membangun komunikasi dengan semua tingkatan birokrasi di Pemerintah Daerah DKI Jakarta, agar dapat tercipta sebuah etos kerja yang positif dan saling menghargai.

Kemudian Anies-Sandi juga bersama seluruh jajaran birokrasi Pemda, mempersiapkan Rancangan Revisi APBD-Perubahan 2018 DKI Jakarta dan rancangan RPJMD 2017-2022 untuk diajukan dalam masa sidang DPRD Provinsi DKI Jakarta di tahun 2018. Dengan sasaran revisi adalah memasukan program utama Anies-Sandi ke dalam APBD tahun 2018.

Selanjutnya adalah memulai sinergi birokrasi dan pemerintahan provinsi dengan berbagai elemen civil society untuk membangun paradigma “pembangunan berbasis gerakan”.

Anies-Sandi juga akan mulai mengimplementasikan open government dengan pengelolaan sumber pembiayaan anggaran secara transparan dan akuntabel, dimulai dengan menghindari manajemen keuangan non-bujeter.

Dan terakhir, mereka akan menerbitkan peraturan-peraturan gubernur yang diperlukan sebagai landasan implementasi program-program prioritas, termasuk untuk mengkonsolidasikan transportasi konvensional dengan transportasi online.

Itulah berbagai langkah yang akan dikerjakan Anies-Sandi sepanjang 100 hari setelah hari ini keduanya dilantik sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

Mereka akan diambil sumpah jabatannya untuk memimpin DKI Jakarta selama 5 tahaun pada pukul 16.00 WIB, Senin (16/10/2017) di hadapan Presiden dan jajaran pejabat negara. Selanjutnya mereka akan menandatangani pakta integritas sebelum keduanya menuju ke Balaikota DKI Jakarta untuk menjalani proses serah terima jabatan (sertijab) dengan Djarot Saiful Hidayat.