Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Bengkulu, RedaksiKota- Forum Mahasiswa asal Bengkulu di Jakarta ikut melakukan penggalangan donasi untuk korban pasca banjir di sejumlah wilayah di Bengkulu.

Kelompok mahasiswa asal Bengkulu yang sedang melanjutkan pendidikan di Jakarta dan sekitarnya yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Bumi Rafflesia (HIMAMIRA) Jabodetabek sudah bergerak mengumpulkan donasi sejak hari pertama menerima berita banjir di Bengkulu.

Aktivis HIMAMIRA Jabodetabek, Adi Purwanto menyampaikan duka cita atas terjadinya bencana banjir yang menimpa Bengkulu beberapa waktu lalu dan berharap pemerintah terus melakukan upaya pembangunan, khususnya infrastruktur untuk pelayanan umum.

“Kami mahasiswa Bengkulu yang ada disekitar Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, red) turut berduka cita atas musibah yang menimpa Bengkulu. Kami berharap upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana terus dilakukan oleh pemerintah,”ujar Adi.

Ketua Bidang Sosial & Lingkungan Hidup HIMAMIRA, Ghabri Al-ayubi menjelaskan bahwa proses penggalangan dana untuk korban terdampak banjir di Bengkulu ini dilakukan serentak diberbagai kampus serta dengan cara penggalangan dana yang berbeda.

“Metode penggalangan dananya beda-beda, ada fundrising dengan berjualan, pertunjukan seni, dan sumbangan pribadi. Ada banyak sekali kampus yang bergerak melakukan penggalangan dana. Himamira UIN Jakarta bergerak, di UNPAM, UNKRIS, UNJ dan Politeknik CWE Bekasi juga bergerak, dan kampus-kampus lainnya. Kemudian hasilnya juga disalurkan melalui beberapa lembaga berbeda,” terang Ghabri.

Aktivis Himamira Universitas Krisnadwipayana, Ferdi Martin Pakpahan menjelaskan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai mahasiswa rantau di Ibukota, segenap mahasiswa asal Bengkulu akan terus merespon berbagai isu yang terjadi di daerah.

“Kami sudah bangun komunikasi dengan rekan-rekan di UNIB, UMB, Unived, dan lainnya. Kedepan kami akan terus bersinergi dengan aktivis mahasiswa yang ada di Bengkulu untuk menyikapi isu-isu yang ada di daerah, baik itu dalam hal pendidikan, hukum, aksi kemanusiaan, sosial politik, dan lain-lain,”demikian Martin. (Red)