Prasetyo Edi, Anies
Prasetyo Edi Marsudi dan Anies Rasyid Baswedan. [foto : thejakartapost]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengkritisi berbagai kebijakan Gubernur Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno yang dinilai telah menabrak dan bertentangan dengan kebijakan dan program pemerintahan sebelumnya.

Beberapa diantaranya yang dikritisi oleh Prasetyo adalah penggunaan Becak sebagai alat transportasi, dilepasnya rambu larangan sepeda motor masuk monas, mencopot seluruh kawat pembatas rumput di Monas dan beberapa kebijakan lainnya.

“Semua orang saya rasa bisa menjawab. Di zaman era Pak Gubernur Sutiyoso, Pak Jokowi dan Ahok. Kebijakan itu diteruskan, karena apa karena itu adalah ring satunya istana ada apa, ada kementerian, ada apa. Masyarakatnya ditata rapi mau kok. Kenapa kebijakan yang sudah baik kok menjadi kebijakan yang sekarang semrawut,” kata Prasetyo kepada wartawan dikutip dari Detikcom, Selasa (16/1/2018).

Ia juga meminta kepada Anies dan Sandi tidak perlu memupuk citra terlalu tinggi dengan program dan kebijakan yang dikeluarkan, melainkan kebijakan yang dimunculkan harus benar-benar untuk kepentingan seluruh warga Jakarta.

“Jadi saya minta ke gubernur, persiapan 2019 masih lama. Kebijakan yang sudah baik jangan dibuat menjadi tidak baik,” tegasnya.

Politikus PDIP ini juga meminta Anies mengkaji kembali penataan di kawasan Tanah Abang. Dia menuturkan penataan Tanah Abang seharusnya tidak menabrak peraturan yang ada.

“Terus masalah Tanah Abang itu akan presiden sebagai ikonnya, ikonnya Asia. Itu udah baik ditata, nggak mudah loh Tanah Abang ditata, sudah baik dulu,” terang Prasetyo.

Prasetyo khawatir dengan pencabutan larangan motor dan pencabutan pagar di Monas akan membuat kawasan Jakarta semrawut. Apalagi Jakarta sebentar lagi akan menjadi tuan kota penyelenggara Asian Games yang membutuhkan pengembangan dan perbaikan seluruh aspek pendukung yang ada.

“Ini kan mau persiapan Asian Games nanti bagaimana kalau begini,” sebutnya. (*)