t
Beranda News Daerah Peduli Bencana, KOPPTAR dan Komunitas Anak Baya Salurkan Bantuan di Banten

Peduli Bencana, KOPPTAR dan Komunitas Anak Baya Salurkan Bantuan di Banten

WIB
105 views
| Estimasi Baca: 2 minutes
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Peduli bencana Tsunami Selat Sunda, Komunitas Pemuda/Pemudi Lontar (KOPPTAR) dan komunitas Anak Baya mengunjungi lokasi dampak bencana tersebut di Kecamatan Sumur dan Ujung Kulon.

Dalam kunjungannya itu, mereka juga menyalurkan bantuan yang dihasilkan dari donasi masyarakat yang mereka kumpulkan.

Menurut koordinator donasi KOPPTAR, Ahmad Ariefin, bantuan yang disalurkannya itu tidak hanya berasal dari masyarakat lokal saja, melainkan warga Indonesia yang ada di luar negeri.

“Ada sedikit bantuan dari kawan-kawan WNI Korea Selatan yang didistribusikan untuk saudara kita yang terkena musibah di Banten. Ada Rp55 juta bantuan yang terkumpul dari donatur WNI Korea Selatan,” kata Ariefin dalam keteranganya yang diterima Redaksikota, Selasa (8/1/2019).

Ia juga menjelaskan, donatur WNI dadi Korea Selatan itu terdiri dari beberapa paguyuban yang berasal dari beberapa daerah.

“Mereka terdiri dari; Paguyuban Baduy Banten,Paguyuban Kombes (brebes), Paguyuban Saburai (lampung), Paguyuban Cibers (cirebon-indramayu), Paguyuban Parahyangan (jawa barat), Kombes Band, Kido’s (subang), social Better Survival (bhineka tunggal ika) Dan Warung Garuda Ansan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, koordinator Anak Baya, Ujang menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang ia peroleh, banyak sekali warga yang sakit dan perlu mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

“Di sini di Taman Jaya banyak warga yang sakit dan perlu bantuan medis secepatnya. Kebanyakan ibu hamil dan lanjut usia (lansia),” tutur Ujang.

Tidak hanya itu, salah satu persoalan yang dialami warga adalah bantuan yang tidak tepat sasaran.

“Dan menurut beliau (narasumber -red) banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Seperti 2 hari pasca Tsunami, saudara nelayan saya yang di Tangerang menelfon untuk menerima bantuan yang dikirimnya. Dan ternyata bantuan yan dari saudara saya itu tidak kunjung datang,” lanjutnya.

Kemudian ia juga menyampaikan bahwa bantuan masih terus diharapkan oleh masyarakat korban dampak terjangan Tsunami Selat Sunda itu. Hal ini lantaran masih banyaknya warga yang menempati lokasi pengungsian.

“Di sini masih butuh banyak bantuan sebab banyak warga yang masih mengungsi karena rumahnya hancur,” tutupnya. [jiwa]