Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Kendeng (GMPK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Ganjar Pranowo di Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kedatangan mereka tersebut bertujuan untuk mendesak Gubernur Jawa Tengah yang merupakan kader PDI Perjuangan tersebut, agar melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait dengan operasional penambangan PT Semen Indonesia di pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.

“Melihat kondisi itu, kami menyatakan sikap laksanakan putusan Mahkamah Agung, cabut izin lingkungan kegiatan penambangan oleh PT Semen Indonesia di Kabupaten rembang,” kata koordinator aksi, Nico A Wauran di Semarang, Senin (9/1/2017).

Ia menilai jika apa yang dikeluhkan oleh warga Kendeng tersebut juga harus menjadi porsi terbesar bagi Pemerintah untuk melindungi rakyatnya. Apalagi dikatakan Nico, kegiatan penambangan bahan baku semen tersebut telah mengganggu dan merusak alam di pegunungan Kendeng itu.

Properti yang dibawa oleh Mahasiswa.

“Melakukan eksploitasi terhadap alam adalah upaya merusak. Maka pemerintah harus mendengar warga pegunungan Kendeng yang menolak pembangunan pabrik semen,” pungkasnya.

Ganjar Dinilai “Lamis”
Seperti berita yang dirilis oleh Jatengku.com pada hari Senin (9/1/2017), sesuai dengan amar putusan Mahkamah Agung tertanggal 5 Oktober 2016 dengan nomor registrasi 99 PK/TUN/2016, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus mencabut izin lingkungan Nomor 660.1/17 tahun 2012 tentang kegiatan penambangan yang dikeluarkan untuk PT. Semen Gresik, Tbk (sekarang berganti nama menjadi PT. Semen Indonesia).

Keputusan MA tersebut dinilai sebagai bagian dari implementasi perlindungan bagi masyarakat dan lingkungan, serta sebagai bahan koreksi atas penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Hanya saja, apa yang menjadi amar MA tersebut masih belum juga diindahkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Terbukti keresahan masyarakat pegunungan Kendeng pun tidak kunjung diselesaikan oleh Ganjar sebagai Kepala Pemerintahan di Provinsi Jawa Tengah itu. [red]