Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo dan Romahurmuzy saat hadiri Relawan Projo Bersholawat. [foto : twitter/ganjarpranowo]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan tips paling mutakhir jika masyarakat Indonesia ingin bebas dari hoax yang selama ini menjadi momok demokrasi di Indonesia.

Tips tersebut adalah Tabayyun alias mengklarifikasi konten informasi yang mereka dapat dan tidak nafsu untuk menyebarluaskan sebelum kebenaran informasi tersebut tervalidasi dan terverifikasi.

“Kalau semua orang percaya hoax dan tidak klarifikasi, tidak ada tabayun bisa berefek negatif. Kalau negatif, nanti akan bisa membelah masyarakat yang ada,” kata Ganjar di Bawen, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (8/4/2018).

Kemudian jika masyarakat mendapatkan informasi apapun dari Whatsapp, Facebook, Twitter atau media online apapun juga, wajib untuk menanyakan dan mencari tahu terlebih dahulu keabsahan informasi tersebut. Jika menemukan data yang tidak valid apalagi narasi yang hanya mengada-ada dengan tujuan memecah-belah rakyat, Ganjar menyarankan masyarakat juga harus aktif untuk saling mengingatkan, termasuk mengingatkan kepada penyebar agar tidak lagi membuat gaduh dengan hoax.

Namun jika upaya persuasif tersebut tidak dilakukan, politisi PDI Perjuangan tersebut mempersilahkan masyarakat melanjutkan ke proses hukum yang berlaku di Indonesia.

“Teman-teman yang aktif di media sosial dan mereka mengerti, ya ojo dikompori. Jawab dengan baik (data yang salah). Kalau itu mereka masih ngeyel, ya ke penegak hukum,” tuturnya.

Kritik pasti pakai data valid

Selain itu, Ganjar juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mana hoax dan mana kritikan. Baginya, kritikan adalah sebuah informasi yang menggunakan data yang valid, sementara hoax mereka tidak perlu adanya validasi data sehingga tidak perlu untuk dipercaya.

“Kalau itu masuk di media sosial dijelaskan apa yang benar. Kasih bukti-bukti,” terangnya.