Beranda News Daerah Bertemu Sandiaga Uno, Guru Ngaji Ini Minta Naik Gaji

Bertemu Sandiaga Uno, Guru Ngaji Ini Minta Naik Gaji

WIB
21 views
| Estimasi Baca: 1 menit
guru ngaji
ilustrasi. [NET]

JAKARTA, Redaksikota.com – Seorang wanita yang mangku sebagai guru ngaji mengajukan permohonan kepada Sandiaga Salahuddin Uno ketika berhasil menjadi Wakil Presiden di Pilpres 2019 nanti, agar gaji dirinya mengajar masyarakat kecil ditambah, minimal hingga Rp500 ribu.

Guru ngaji tersebut bernama Wiwi. Ia mengatakan bahwa pengajuannya tersebut disampaikan lantaran sepanjang dirinya mengajar tidak sesuai dengan harapan alias pas-pasan.

“Yang terhormat bapak Sandi semoga naik jadi Wakil Presiden. Amin. Boleh nggak saya curhat sebentar? Sedikit saja. Saya kan guru ngaji umum, saya ngajarin Alhamdulillah orang-orang kecil jadi gajinya nggak begitu gede,” kata Wiwi kepada pada Sandi di Ciledug Raya, Petukangan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018).

“Saya guru ngaji saya pengin dibantu sebulan Rp 500 ribu juga nggak apa-apa,” lanjutnya.

Mendengar hal tersebut Sandiaga langsung menanyakan berapa penghasilan Wiwi Sebulan. Lalu dijawab Wiwi bahwa gajinya selama ini hanya sebesar Rp800 ribu sebulan yang dinilainya kurang.

“Kalau pengeluarannya sebulan?” tanya Sandi. “Ya nggak keluar. Untuk biaya makan, pengin susu,” jawab Wiwi.

Mendengar hal tersebut Sandiaga meminta anggota DPRD Provinsi DKI Lucky Sastrawiria yang hadir mengadukannya pada Lurah Pesanggrahan agar diberikan tindak lanjut.

“Oh jadi minta dibantu pemerintah. Bukannya kita nanti, dulu kalau saya turun kesini camat ada walikota ada kita punya bantuan untuk guru ngaji bu. Nanti lewat Pak Haji Lucky tanggung jawab nih DPRD, laporin ke pak Lurah bahwa guru ngaji itu penting banget, karena pendidikan ke depan itu guru-guru, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” kata Sandi.

Namun demikian, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengumbar janji kembali agar apa yang dikeluhkan Wiwi akan diperhatikan ketika dirinya berhasil menjabat sebagai Wakil Presiden nanti.

“Insya Allah, Insya Allah. Karena kita ingin ke depan anak-anak muda kita belajar ngaji dengan generasi muda ber-akhlakul karimah,” tuturnya.