Basuki Tjahaja Purnama, Ahok
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Ahok. [foto : istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Humas Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Waluyo mengatakan jika sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan, dalam kasus dugaan penodaan agama Ahok akan tetap digelar sebagaimana jadwal yang telah ditentukan.

Hal ini menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan surat permohonan penundaan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan mempertimbangkan segi keamanan.

Namun Waluyo mengatakan jika surat yang dilayangkan oleh Kapolda Metro Jaya tersebut tidak bisa diterima. Pun jika ada penundaan persidangan, hanya ada dua pihak yang bisa mengajukannya, yakni terdakwa maupun JPU. Pun demikian, penundaan tetap berada di tangan hakim yang memutuskan.

“Jaksa tidak ada kewajiban untuk melakukan itu (meminta penundaan), sebab suratnya tidak ditujukan kepada jaksa tapi kepada hakim,” kata Waluyo di Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Diketahui memang, pada tanggal 4 April 2017 lalu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan meminta agar agenda sidang lanjutan dugaan penodaan agama yang melibatkan Ahok, dan rencananya akan digelar pada hari Selasa (11/4/2017) bisa ditunda demi keamanan.

Pun demikian, surat tersebut tampaknya diacuhkan oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dan ini pun juga ditanggapi oleh Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi.

Ia mengatakan jika agenda sidang pembacaaan tuntutan JPU tetap akan digelar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Hari Selasa sidangnya diagendakan acara pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU),” kata Hasoloan Sianturi.