Alfanny
Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat Alfanny dan Ade Armando.
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Radikalisme di Indonesia sudah menjalar pada semua sektor masyarakat mulai dari pendidikan, pemerintahan, BUMN, swasta dan lain-lain sehingga Negara sudah seharusnya mendukung ormas seperti NU untuk mengatasi radikalisme.

“NU dan GP Ansor sudah berada di garis terdepan menyelamatkan NKRI dari ancaman radikalisme, sudah seharusnya Negara mendukung kiprah NU tersebut dengan fasilitas dan instrumen yang dimiliki Negara,” kata Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI) Ade Armando dalam Talkshow “Tantangan Radikalisme pasca Pemilu” di Aula Kemenag Jakarta Barat, Minggu (7/7/2019).

Ade Armando juga mengajak kalangan nasionalis dan non muslim juga membantu NU dan GP Ansor dalam mengatasi radikalisme.

“Jangan biarkan NU sendirian hadang radikalisme,” tandas Ade Armando.

Sementara itu Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Taufik Damas menjelaskan akar radikalisme yaitu minimnya pengetahuan sebagian umat Islam terhadap agamanya.

“Ada kelompok radikal yang mempunyai jargon kembali ke Al Qur’an dan Hadits tapi bahasa Arab, nahwu shorof fiqh dan ushul fiqh saja tidak paham, sehingga mereka menafsirkan Al Qur’an seenaknya saja untuk merebut kekuasaan,” papar KH Taufik Damas.

KH Taufik menjelaskan bahwa warga NU bisa beragama dengan lebih rileks karena mempelajari ilmu tasawuf yang lebih menekankan pada upaya koreksi diri bukan menyalahkan atau mengkafirkan orang lain.

Dalam acara Talkshow yang sekaligus halalbihalal dan Rakercab GP Ansor Jakbar juga dihadiri Sekretaris PW GP Ansor DKI Jakarta Dendy Finsa, para pengurus PC, PAC dan Ranting GP Ansor se-Jakbar, puluhan Banser serta tamu undangan dari Pemuda Katolik, Pemuda Gereja GKPB Slipi dan lain-lain.

Dalam sambutannya Ketua PC GP Ansor Jakarta Barat Alfanny menegaskan komitmen GP Ansor Jakbar untuk memberantas radikalisme.

“Tanpa dibantu Negara dan siapapun, NU sudah sejak lahirnya bergerak membasmi radikalisme wahabi yang hampir saja menggusur makam Nabi Muhammad SAW di Saudi,” tandas Alfanny.

Alfanny juga menyatakan bahwa korban radikalisme bukan hanya umat minoritas tapi juga umat Islam, terbukti dengan sejumlah masjid yang dibom di Timur Tengah dan Indonesia pada saat shalat Jumat.

Oleh karena itu GP Ansor berharap Negara dan kalangan nasionalis bersinergi mendukung kiprah NU mengatasi radikalisme.

“Jangan salahkan NU dan GP Ansor bila suatu saat NKRI menjadi negara khilafah. Kami sudah ingatkan jauh-jauh hari,” tutup Alfanny mengakhiri sambutannya. [rel]