Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta – Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum) Gus Sholeh Mz memberikan dua pilihan mana yang lebih utama yakni memaksakan penerapan syariat Islam (pendirian khilafah) tapi pada akhirnya membuat sesama anak bangsa Indonesia menjadi saling bertikai kemudian bangsa ini berhasil hancur terpecah belah.

Ataukah tetap menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan yang menghargai kebhinekaan namun para aktivis / pejuang dakwah tetap berjuang melalui dakwahnya dengan mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman didalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jamaah bisa menjawabnya dari dua pilihan itu, mana yang lebih utama,” kata Gus Sholeh siang tadi saat pengajian kebangsaan di Klender Jakarta Timur, Rabu (5/4).

Menurut Gus Sholeh dihadapan ratusan jamaahnya, bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin adalah problem solver. Dia pun kerap mengingatkan bahwa fenomena yang terjadi belakangan ini dalam berbagai aksi-aksi besar maupun kehidupan bermasyarakat masih kerap mengeluarkan cacian, hinaan bahkan bertindak kasar atau tidak adil kepada sesama.

“Kenapa justru cacian hinaan yang kerap muncul, khususnya diarahkan kepada pendukung Basuki Djarot. Seolah-olah dimata mereka orang paling rendah. Padahal di Islam sendiri adalah cinta damai harus berlaku adil dan berbaik sangka,” kata Gus Sholeh.

Sementara itu, Ustadz Lora Rosyidi mengingatkan dibalik caci makian itu, mereka lupa bahwa ada hal yang perlu disadari yaitu upaya perbaikan atau intropeksi diri.

“Ingat, kata-kata kutil babi, cina, bakar, gorok, sudah sering terdengar di kajian-kajian dan rapat-rapat. Bahkan keluar dari mulut pimpinan ormas Islam besar. Fenomena ini sebenarnya malah semakin menjauhkan Islam dengan kedamaian, islam yang rahmatan lil alamin, islam yang hadir menjadi perubah akhlaq,” cetusnya.

Kata dia, orang yang mulanya mungkin mau belajar lebih dalam terhadap Islam jadi makin dijauhkan hanya karena kegemaran mengeluarkan ekspresi kemarahan berupa kata-kata kasar dan kalimat kebencian.

“Yang lebih parahnya dengan sesama muslim yang berbeda sedikit pandangan maka kita akan langsung vonis dia sebagai kafir. Mari kita kampanyekan stop caci maki,” sesalnya.

Ditempat yang sama Ustadz Lora Yakub berpesan agar berhati-hatilah dalam menerima informasi atau berita yang beredar saat ini. Banyak bumbu-bumbu yang sengaja digoreng untuk memanaskan suasana.

“Jamaah pengajian pendukung Ahok Djarot harus sabar tidak boleh termakan provokasi, penyesatan informasi. Dahulukan proses tabayyun terlebih dahulu. Rasululllah selalu mengajarkan hal itu,” terang dia.

“Insya Allah dibalik kesabaran kita yang terus-terusan dihujat, difitnah, dicaci maki memberikan hikmah bagi semua warga negara Indonesia khususnya warga DKI. Semakin terdzolimi, insya Allah Basuki Djarot menang diputaran 2, amiin,” tandasnya.