Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Pemprov Banten melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) mengelar seminar International di Aula BPSDM Provinsi Banten di Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Selasa (26/02/2019). Seminar diikuti puluhan pengajar dan Widyaiswara dari berbagai daerah dan dibuka langsung oleh Pj Sekda Banten Ino S Rawita.

Kepala BPSDMD Provinsi Banten, Endrawato pada saat menyampaikan laporan kegiatan mengungkapakan, seminar internasional kali ini adalah yang ke-lima. Salah satu tujuannya untuk saling bertukar pengalaman seluruh Widyaiswara dan pengajar.

“Ada 100 WI yang ikut dalam seminar internasional, disamping untuk berbagi pengalaman. Kegiatan ini juga dapat memotivasi seluruh WI meningkatkan kualitasnya lagi dan terus menghasilkan karya ilmiahnya. Semakin banyak karyanya, maka semakin baik kualitasnya. Dan jika belum banyak hasilkan karya, maka patut untuk diperbaiki,” katanya.

Dari 100 peserta WI itu lanjut Endrawati, 25 orang dari WI Provinsi Banten dan 75 lainnya dari lembaga atau kementerian di Indonesia. “Diharapkan kegiatan seminar ini bermanfaat bagi kita semua,” imbuh Endrawati seraya mengatakan pematerinya didatangkan dari India dan Australia.

Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita dalam sambutanya berharap kepada seluruh WI agar terus meningkatkan kompetensinya.

“Ini usaha provinsi untuk meningkatkan SDM. Kalau WI memiliki kemapuan komparatif akan berdampak pada aparatur sipil negara (ASN).

Kedepan, lanjut ino setiap ASN Pemprov Banten dituntut meningkatkan kompetensi dan kemampuan baik dibidang teknologi maupun lainnya.

“Widyaswara nemiliki peran dan fungsi yang sangat menentukan kualitas ASN. Pulang dari sini wawasan internasionalnya juga meningkat,” ujar Ino.

Sementara itu Ketua Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Adi Suryanto dalam sambutanya menyampaikan apresiasinya kepada BPSDMD Provinsi Banten yang telah menggelar seminar ini.

“Moment penting agar WI tidak hanya memiliki perspektif lokal dan nasional tapi global. Kita harus ikuti isu baru dalam pemerintahan, birokrasi dan upaya mencari solusi cara baru agar lebih efektif dan efesiensi dalam pemeritanhan,” harap Adi.