Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota.com – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tak mau banyak komentar terkait dengan isu bahwa ada kasus penodongan sejumlah orang terhadap tim sukses Sudirman Said dan Ida Fauziyah beberapa waktu lalu.

Bahkan Ganjar meminta agar Sudirman Said maupun tim suksesnya segera melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian agar dapat diproses lebih lanjut.

“Ya mbok segera dilaporkan saja ke Polisi. Kalau kamu ditodongnya hari ini kamu lapornya minggu depan, bulan depan atau sekarang. Gitu aja,” kata Ganjar di Yogyakarta, Minggu (1/7/2018) malam.

Perlu diketahui, bahwa beberapa waktu yang lalu sempat heboh isu kasus penodongan terhadap tim sukses Sudirman Said.

Kala itu Sudirman Said menyampaikan bahwa tim suksesnya yang membawa uang hasil gadai rumahnya untuk pembiayaan konsumsi saksi pada hari Kamis (22/6/2018) mendapatkan teror yakni penodongan.

Dari Jakarta, mobil yang membawa uang bakal untuk konsumsi saksi-saksi tersebut mendadak dihadang oleh lima unit mobil dan menodongkan senjata api ke arah tim sukses Sudirman Said tersebut. Bahkan berdasarkan keterangan Sudirman, orang-orang yang menodong tersebut kedapatan dalam kondisi usai minum alkohol.

“Uang konsumsi saksi itu jumlahnya enggak terlalu banyak, itu dihambat di jalan dan mobil yang membawanya itu disergap oleh lima kendaraan, kemudian sopir dan penumpangnya ditodong dengan senjata api, pistol, dan ketika pintu dibuka, terasa betul si penodong itu bau minuman ya, dan ini cerita setelah ditemukan itu saja ya,” kata Sudirman Said, Jumat (29/6/2018).

Kenapa tak langsung melapor?

Alasan mengapa pihaknya tidak kunjung melaporkan kasus tersebut kepada Kepolisian, disampaikan Sudirman Said bahwa pihaknya saat itu tidak mau membuat suasana Pilkada semakin memanas lantaran adanya kasus tersebut.

“Mungkin suatu ketika kita harus sampaikan kepada aparat keamanan secara resmi tapi kemarin kenapa kita diam karena tidak ingin mengganggu suasana Pilkada Jateng,” tuturnya.

Hanya saja ia menambahkan diproses atau tidaknya kasus tersebut ke jalur hukum, mantan Menteri ESDM tersebut menyatakan akan menunggu hasil keputusan tim pemenangan yang berisi partai-partai koalisi pengusung dirinya di Jawa Tengah yakni PKS dan Gerindra.