Diskusi publik "Koreksi 100 Hari Anies-Sandi". [istimewa]
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Redaksikota – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Sereida Tambunan menilai bahwa program ekonomi unggulan One Kecamatan One Center of Entrepreneurship (OK OCE) karya pasangan Gubernur Anies Rasyid Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Salahuddin Uno tidak jelas sama sekali, baik dari program rumah DP 0 Rupiah, program Oke Oce, hingga program KJP Plus.

“Program-program ini tidak jelas dananya dari mana, sehingga pelatihannya saya rasa hanya sekedar omong-omong kosong saja,” kata Sereida di tengah-tengah diskusi publik dengan tema ” Koreksi 100 Hari Anies-Sandi” bersama dengan beberapa elemen organisasi kepemudaan (OKP) di Jeera Coffee House, Jakarta Barat, Kamis (1/2/2018).

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh buruh Muchtar Pakpahan. Ia mengatakan bahwa sepanjang 100 hari kinerja Anies-Sandi memimpin DKI Jakarta, banyak sekali kebijakan dan program yang justru membuat kondisi Jakarta semakin semrawut. Beberapa diantaranya disebutak Muchtar adalah rencana kebijakan pengoperasian kembali moda transportasi becak di Ibukota yang sebetulnya sudah dihapuskan.

sereida tambunan
Ketua Cabang GMKI Jakarta Agung Tamtam Sanjaya dan Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Sereida Tambunan. [istimewa]
“Contohnya kebijakan yang memperbolehkan adanya becak di Jakarta, dimanfaatkan orang-orang dari luar Jakarta untuk menjadi tukang becak dadakan, sehingga pe-becak yang sudah lama di Jakarta akhirnya tergusur,” kata Muchtar dalam kesempatan yang sama.

Bagi Muchtar, seharusnya kepemimpinan Anies-Sandi lebih mengedepankan kepentingan publik dengan meningkatkan kualitas di sektor transportasi massa, meningkatkan kebersihan Jakarta dari sampah-sampah dan yang tak kalah penting adalah peningkatan lapangan pekerjaan bagi warga DKI Jakarta yang mereka pimpin.

“Jakarta harus benahi sektor transportasi, kebersihan sampah, perumahan rakyat dan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Diskusi publik tersebut dihadiri oleh beberapa elemen Mahasiswa dari beberapa OKP seperti GMKI Jakarta, BKC GMNI Jakarta Timur, DPC Permahi DKI Jakarfta dan KNPI DKI Jakarta. (ibn)