Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Kantor Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) didatangi ratusan orang tua murid, yang menuntut agar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 untuk dicabut.

Dalam aksinya tersebut, terlihat beberapa orang tua murid menggunakan seragam sekolah. Selain itu, mereka juga terlihat tetap mengikuti protokol kesehatan seperti mengenakan masker.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut, juga dihadiri oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait.

Orang tua murid unjuk rasa di depan Kemendikbud RI, mengenakan baju seragam sekolah. Senin (29/6/2020).

Komnas PA juga turut menyuarakan agar Mendikbud Nadiem Makarim, meninjau kembali PPDB DKI Jakarta tahun 2020. Karena dengan adanya Permendikbud tentang PPDB, akan merampas hak anak atas pendidikan.

“Saya perwakilan dari Komnas PA karena prihatin dengan kondisi ini. Permendikbud tentang PPDB. Kita minta dibatalkan, ditinjau kembali, maka harus diulang kembali. karena ini hak anak atas pendidikan. ini bukan belas kasihan. Tidak ada aturan murid baru dengan batasan usia,” ujarnya di depan Kemendikbud, Senin (29/6/2020).

Seperti diketahui, PPDB di setiap daerah mengacu pada aturan induk yaitu Permendikbud No 44/2019. Jika dibandingkan antara Permendikbud dan Juknis PPDB DKI 2020, ada persamaan dan perbedaan di antara keduanya.

Persamaannya, kedua aturan itu memprioritaskan calon siswa dengan usia yang lebih tua ketimbang yang berusia lebih muda apabila sekolah menghadapi kondisi tertentu.

Perbedaannya, dalam aturan Permendikbud No 44/2019 memprioritaskan siswa yang lebih tua apabila jarak alamat rumah calon siswa dengan sekolah sama dan harus dilakukan seleksi.

Sedangkan psfs Juknis PPDB DKI 2020, aturannya memprioritaskan siswa yang lebih tua apabila jumlah calon pendaftar melebihi daya tampung sekolah.