Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) puji pernyataan Kapolri Jenderal Idham Azis agar para Kapolres dan Kapolda tidak bermain proyek di daerah saat acara Rakornas Indonesia Maju bersama pemerintah pusat dan forkompimda di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Ketua Umum LAKSI Azmi Hidzaqi, apa yang disampaikan mantan Kapolda Metro Jaya itu merupakan sebuah langkah positif yang harus di dukung bersama. Sebab, Polri siap bekerjasama untuk membangun daerah.

“Hal yang patut kita apresiasi di mana Kapolri membuat gagasan strategis dalam mensukseskan program pemerintahan Jokowi di periode ke II ini,” ungkap Azmi, hari ini.

Pihaknya menilai Kapolri berbicara dalam rangka untuk mendukung program pembangunan di daerah maupun di pusat agar dapat terciptanya akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, dan menekan angka kebocoran anggaran di daerah maupun di pusat.

“Masukan Kapolri kepada pemegang kebijakan di daerah untuk bisa menjadi mitra starategis dalam mengawali pembangunan di daerah merupakan langkah yang tepat,” katanya.

Dikatakannya, para Kapolres dan Kapolda dapat di jadikan konsultan yang solutif, untuk mensukseskan pembangunan sekaligus partisipasi mengawal program daerah agar tidak terjadinya kebocoran anggaran dan salah membuat rancangan perencanaan pembangunan di daerah.

“Sudah saatnya Kapolres ikut di libatkan untuk menjadi pengawas dan pengawal program pembangunan daerah, jangan hanya dijadikan pemadam kebakaran saja,” tambahnya.

Sebab, kata dia, para Kapolres di yakini mempunyai kemampuan yang mumpuni dan inteltual untuk berdiskusi mengenai arah pembangunan daerah. Selain itu, lanjut Azmi, Kapolri mengupayakan pencegahan dalam penegakan hukum. Kata dia, pencegahan lebih efektif daripada penindakan hukum.

“Pandangan Kapolri bahwa pencegahan, lebih utama dari pada penindakan hukum. Kapolri mengajak Kepala Daerah untuk maksimal dalam bekerja sama dengan jajaran polres dan Polda, supaya gangguan akan ketidakberesan proyek daerah dapat di minimalisir,” terang Azmi.

Lanjut Azmi lagi, bahwa sosok Kapolri dalam hal ini sangat tegas mengingatkan para Kapolres dan Kapolda agar tidak meminta jatah proyek pada Kepala Daerah. Ini menunjukan bahwa Kapolri sedang membangun integritas personel kepolisian secara institusi. Di samping itu pula Kapolri meminta pejabat daerah juga berani melaporkan apabila terjadi intervensi dari jajaran Polri untuk bermain proyek daerah.

“Kami sangat apresiasi Kapolri bakal mengambil tindakan. Kapolri menuntut agar komitmen dan integritas jajaran Kapolres dan Kapolda untuk mengamankan pembangunan di daerah,” jelasnya.

Masih kata Azmi, integritas penting untuk menyukseskan pembangunan. Pihaknya menilai program lanjutan dari promotor dapat di teruskan melalui Kapolri. Ia berharap himbauan Kapolri Idham Azis ini dapat di implementasikan oleh seluruh jajaran Kepolisian di daerah agar Polri dapat lebih meningkatkan kepercayaan publik.

“Kami berharap Kapolri membawa perubahan dan iklim organisasi Kepolisian ke arah yang lebih baik lagi. Kita berharap saatnya Kepolisian kita lebih maju ketimbang kepolisian di Asia dan dunia,” tandasnya.