Beranda News Hendrajit Kecewa dengan Media Mainstream Indonesia

Hendrajit Kecewa dengan Media Mainstream Indonesia

204 views
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Jakarta, Redaksikota.com – Pengamat politik dan juga Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit mengatakan, bahwa peran media massa saat ini sangat penting sekali dalam menyampaikan informasi kepada Masyarakat luas.

“Media merupakan sebagai bagian dari pilar demokrasi yang hakiki,” kata Hendrajit pada acara diskusi ngopi ngerumpi yang diselenggarakan oleh Komnas RIM di Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Dia mengungkapkan, kebebasan pers dalam menggali informasi yang saat ini terjadi, dinilai sudah sangat lebih baik, bahkan jauh dibandingkan pada era sebelumnya.

“Saat ini sudah sangat jauh berbeda, tidak seperti pada saat era Rezim Orde Baru (Orba),” ungkapnya.

Kala itu, pembungkaman yang dilakukan oleh Soeharto terhadap media massa di era kepemimpinan orba dinilainya sangat keras, baik dalam mencari informasi maupun menyampaikan berita kepada masyarakat luas.

“Media tidak mudah untuk mengkritisi kebijakan yang di lakukan oleh pemerintah saat itu,” pungkasnya.

Namun, saat ini dalam perjalanannya, dia menilai ada kekeliruan dari media massa, baik itu mainstream atau media lainnya dalam mempublikasikan hasil beritanya.

“Yang saya lihat, kritis yang terjadi di media masa, apa yang diberitakan bukan yang menjadi inti dari peristiwa sesungguhnya,” tuturnya.

Dia menuding, bahwa pemberitaan dari media massa saat ini cenderung lebih banyak menyertakan berita, tetapi tidak ada informasi.

“Ada kecenderungan di mana media massa hanya lebih menampilkan sebuah bentuk berita saja, tetapi tidak ada informasinya,” jelasnya.

Hal tersebut disebabkan lantaran banyak dari media massa nasional yang tidak meliput pada aksi gelombang massa 411 sampai 212 di Monas lalu. Bahkan beberapa dari media internasional hadir meliput aksi tersebut.

“Justru yang hadir dan meliput aksi tersebut datang dari media luar negri,” ujarnya.

Tidak ada alasan bagi media massa untuk tidak meliput aksi gelombang massa terlebih acara yang dihadiri oleh jutaan masyarakat tersebut.

“Untuk persoalan angelnya seperti apa dan bagaimana, itu terserah,” tegas Hendrajit.

“Apa yang dilakukan oleh Wartawan luar negri tersebut sudah ‘membunuh’ kerangka dari media jurnalistik di Indonesia,” tutupnya.