Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Ratusan buruh dari KSBSI, KSPSI. KSPN, KSARBUMUSI, FSP. KAHUTINDO dan FSP BUMN, melakukan aksi unjuk rasa terkait dengan Rancangan Undang – Undang (RUU) Omnibuslaw Cipta Kerja di depan gedung DPR RI Jakarta Pusat. Dalam aksi yang mereka sebut Aksi Gema 13, para buruh memiliki tiga tuntutan.

Elli Rosita Silaban, Presiden KSBSI saat berorasi di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat. Kamis (13/8/2020).4

“Ada tiga tuntutan kami, pertama DPR RI wajib mengakomodir masukan spisb hasil dl hotel Royal Kuningan, kedua DPR RI wajib melibatkan SP/SB pada RDPU dan ketiga kembali ke exsisting UU N0.13/2003,” jelas Elli Rosita Silaban, Presiden KSBSI, di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2020).

Para pimpinan elemen buruh tersebut, juga melakukan audiensi dengan Sumi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI dan Moreno Suprapto anggota DPR RI dari fraksi Gerindra. Pertemuan tersebut, bertujuan untuk menyerahkan draft versi buruh.

“Kami tadi diterima masuk ke dalam, dan kami bersyukur ketua Baleg terima kita pak Dasco. Kami serahkan draft versi kita, kami berjuang selama 9 hari merubah substansi untuk buruh dan keluarganya agar dikembalikan martabatnya,” jelas Elli.

Draft tersebut dihasilkan dari hasil, pembahasan bersama dengan serikat buruh, unsur Pemerintah dan unsur Pengusaha. Dari hasil pembahasan bersama tersebut, ditemukan beberapa hal diantaranya.

Muatan materi RUU mengurangi (mendegradasi) hak-hak dasar buruh, Landasan filosofis RUU bertentangan dengan UUD 1945, Landasan sosiologis RUU tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat buruh, Landasan yuridis RUU tidak menyelesaian masalah-masalah hubungan industrial.

Lalu Muatan RUU bertentangan bengan Hak Asasi Manusia, RUU membuat kekosongan hukum di bidang hubungan industrial, RUU bertentangan dengan asas pembentukan peraturan perundang-undangan dan RUU bertentangan dengan beberapa Putusan Mahkamah Konstitusi.

Diakhir orasinya, Elli mengatakan agar gerakan buruh jangan terpecah belah dalam melakukan perjuangan membelak hak-hak buruh. “Kalau buruh bersatu maka omnibus law bisa kita hentikan, tapi kalau buruh pecah maka kita menciderai diri sendiri,” pungkasnya.