Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Aktivis Muhammadiyah dan juga Ketua DPP IMM Bidang kader periode 2016-2018 Amirullah mengakui bahwa generasi milenial di Indonesia tidak sepakat dengan wacana NKRI bersyariah yang pernah digaungkan oleh kelompok PA 212. Menurut Dosen UHAMKA ini, ketidaksepakatan wacana NKRI bersyariah itu alasannya sangat umum sekali yakni karena Indonesia adalah negara Multikultural.

“Saat saya tanyakan kepada mahasiswa saya, 100 persen menyatakan tidak setuju dan tidak sepakat. Alasannya sangat umum sekali karena Indonesia adalah negara Multikultural dan menunjukkan anak milenial tidak berminat dengan NKRI bersyariah. Mereka justru tertarik dengan wujud karya nyata,” tegas Amir, hari ini.

Alumnus Sekolah Pasca Sarjana UIN Syarifhidayatullah Jakarta membeberkan Indonesia tak perlu ada embel-embel nama NKRI bersyariah, sebab bukti nyata sekali negara sudah memihak pada umat Islam. Dia menyatakan bahwa Indonesia milik orang banyak, bukan milik golongan tertentu, suku tertentu atau monopoli paham agama tertentu.

“Di sinilah makna pancasila, NKRI, atau Bhinneka Tunggal Ika yang menempatkan Indonesia sebagai rumah bersama. Siapapun tak boleh memaksa bahwa semua syariah Islam harus menjadi hukum Negara,” ucap Amir lagi.

Lebih lanjut, Amir menyebutkan bahwa semua rakyat Indonesia telah sepakat bahwa Pancasila sebagai fondasi bangsa sudah final. Muhammadiyah, NU, dan mayoritas umat Islam telah berkomitmen menjaganya.

“Energi umat sudah seharusnya diarusutamakan dalam gerakan membumikan agenda ta’awun untuk negeri, agenda memajukan bangsa, dan berperan untuk menawarkan jalan keluar dari krisis yang dihadapi bangsa dan umat manusia,” sebutnya.

Maka itu, dirinya mengajak semua elemen masyarakat untuk mensyukuri dengan keberagaman Indonesia yang luar biasa ini dan menggalakkan lagi ke Indonesiaan yang bersifat kultural dengan merajut tali persaudaraan dan persatuan.

“NKRI bersyariah hanya wacana, mari jaga Pancasila dan NKRI ini. Jaga persaudaraan, persatuan, dan kesatuan serta merawat Indonesia yang luar biasa,” tutur Amir.

Lebih jauh, Amir juga berharap agar situasi politik nasional berlangsung kondusif khususnya jelang pelantikan Jokowi-KH Ma’ruf Amin sebagai presiden-wakil presiden terpilih pada 20 Oktober.

“Kontribusi masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif. Mari sukseskan pelantikan Presiden – Wapres RI Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” pungkasnya.