Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Maraknya polemik draf RUU HIP yang dilakukan DPR yang menyita perhatian masyarakat belakangan ini menimbulkan banyak sikap dan aksi penolakan dimasyarakat.

Dikhawatirkan adanya RUU tersebut akan melemahkan Pancasila yang sudah final sebagai ideologi dan landasan dan pandangan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam rangka menyikapi polemik terkait dengan RUU HIP yang dinilai banyak masyarakat, baik oleh para tokoh, pakar dan ulama yang berpotensi dapat membangkitkan lagi faham komunisme, maka Ormas PEJABAT besutan Ustadz Eka Jaya bersama LBH PEJABAT berinisiatif melakukan kegiatan diskusi publik dengan mengangkat tema “Komunisme Dalam Perspektif Agama dan Pancasila” dirumah makan Raden Bahari Jalan Warung Buncit Duren tiga Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan(11/07).

Ustadz Eka Jaya dalam pidato sambutan pengantarnya pada diskusi mengatakan, bahwa diskusi yang dilakukan oleh LBH PEJABAT dalam rangka silaturahmi pengurus dengan para dewan pembina dan dewan penasehat terlebih ormas PEJABAT. Sejak berdiri belum sampai satu tahun yakni 3 November 2019.

Diharapkan kehadiran ormas ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat (Khairunnas Ampusahum Linmas) seperti Ormas PEJABAT akan terus berkomitmen dalam mengawal Pancasila sebagai ideologi Bangsa dan Negara dan juga sebagai jembatan atau katalisator antar ormas, bila ada perselisihan ormas.

Diskusi ini merupakan kegiatan rutin dari Ormas PEJABAT, hal ini dilakukan sebagai bentuk peran serta Ormas PEJABAT dalam memberikan pendidikan pada masyarakat dan diharafkan hasil kegiatan ini dapat memberikan masukan berupa saran pada pemerintah dalam mengelola negara sesuai dengan amanah UUD 1945 seperti yang termaktub dalam alinea ke-4 yang berdasarkan Pancasila.

Terkait draf RUU HIP yang mengundang banyak penolakan dimasyarakat, Ustadz Eka Jaya berpandangan sebaiknya Pemerintah bersama DPR agar dapat mendengar aspirasi rakyat untuk membatalkannya.

“Karena isinya ingin memeras Pancasila menjadi Trisila terlebih lagi menjadi Ekasila. Pancasila sudah menjadi hal ini dapat pandangan hidup dan RUU HIP sudah ditolak oleh rakyat agar tercipta suasana yang aman ditengah masyarakat,” pungkasnya.