Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Suara penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibuslaw masih berlanjut, dimana Gerakan Buruh Jakarta (GBJ) juga sudah menyatakan penolakan dengan melakukan aksi di depan pos 9 pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam pernyataan sikapnya, GBJ menyatakan penolakannya tidak hanya pada cluster Ketenagakerjaan saja tetapi semua isi dari RUU Omnibuslaw tersebut.

“Jika dilihat dari draftnya, RUU tersebut memperlihatkan pemerintah lebih pro kepada investasi dan kepentingan pemodal. Mereka tidak perduli terhadap kesejahteraan masyarakat, hak asasi manusi dan juga alam,” ujar salah satu orator perwakilan dari elemen SGBN, dari atas mobil komando, Senin (10/8/2020).

Oleh sebab itu semua elemen yang tergabung dalam GBJ, akan melakukan aksi besar di depan gedung DPR RI mulai tanggal 14 Agustus 2020.

“Buruh Jakarta tidak tidur dan tidak diam, Tanggal 14 agustus kita akan mengepung DPR. Tidak hannya satu hari, tapi tanggal 14,15 dan 16 kita akan menginap disana, hingga RUU Omnibuslaw tidak disahka,” ujar orator lainnya dari elemen KPBI.

Tidak hanya itu, perwakilan dari elemen KASBI juga mengajak untuk membawa koin pecahan seribu dalam aksi yang akan dilakukan di depan gedung DPR.

“saya mendorong kawan kawan yang merasa buruh dan juga buruh yang tidak mau kesejahteraannya dilpuhkan oleh kapitalis, maka tanggal 14 nanti bawa uang koin 1000. Kenapa harus bawa koin 1000, karena Kalau anggapan DPR uang dan investasi, maka uang tersebut akan kita lemparkan ke dalam gedung DPR,” ujarnya.

Para buruh juga mengancam, jika RUU Omnibuslaw tidak dibatalkan. Maka mereka akan melakukan aksi mogok nasional, dimana mereka mengancam akan menutup objek-objek vital perekonomian nasional. (NAL)