Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

JAKARTA – Dalam rangka memperingati hari Perempuan Internasional tahun 2020, Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR RI.

Dalam aksi tersebut, GSBI menyuarakan agar hak-hak pekerja perempuan tidak dirampas, hilangkan kekerasan terhadap perempuan dan juga penolakan RUU Omnibus Law. Semuanya itu harus dilakukan, karena perempuan memiliki kontribusi besar dalam perekonomian.

“Tepat pada tanggal 8 Maret adalah hari Perempuan Internasional, dan itu telah diakui dunia. Dunia mengakui, bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonom di dunia,” ujar Emilia Yanti, Sekjen DPP GSBI, di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Aksi teatrikal di depan DPR RI, dalam aksi unjuk rasa buruh perempuan, Senin (9/3/2020).tola

Massa aksi juga menolak adanya RUU Omnibus Law, karena mereka merasa kaum buruh perempuan akan semakin tertindas. Oleh sebab itu, kaum buruh tetap menolak secara keseluruhan RUU Omnibus law.

“Ketika DPR sepakat menarik cluster kerja dari RUU Omnibus Law, kita harus tetap menolaknya. Jika Jokowi dengan seluruh kekuatannya untuk meneror, kita gunakan kekuatan kita untuk menyetop produksi,” ujar Emilia.

Aksi tersebut tidak hanya diikuti oleh kaum buruh perempuan saja, tapi juga ada kaum tani, mahasiswa dan juga pemuda. Selain orasi, massa aksi juga melakukan aksi teatrikal dan tarian.